Harga emas dunia kembali menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan melemah dalam sepekan terakhir.

Pada 7 Juni 2026, harga emas spot diperdagangkan di kisaran US$ 4.327 per troy ounce, turun sekitar 3% dalam sehari dan mencatat pelemahan mingguan di atas 4%.

>>> Pemkot Surakarta Evaluasi Penanganan Rusa Taman Sriwedari Solo

Meskipun memasuki siklus koreksi, sejumlah institusi keuangan global seperti JP Morgan, Goldman Sachs, dan ANZ masih mempertahankan proyeksi bullish untuk jangka panjang.

Proyeksi JP Morgan dan Goldman Sachs

JP Morgan menyesuaikan prediksi rata-rata harga emas tahun 2026 dari US$ 5.708 menjadi US$ 5.243 per troy ounce untuk jangka pendek.

Namun, proyeksi harga emas akhir tahun 2026 tetap dipatok pada level US$ 6.000 per troy ounce.

Para analis JP Morgan menyatakan prospek bullish jangka menengah tetap dipertahankan, dengan perkiraan permintaan emas dari investor dan bank sentral akan kembali meningkat pada paruh kedua 2026 setelah ketidakpastian energi dan inflasi mereda.

Goldman Sachs juga tidak mengubah pandangan positifnya, dengan target harga emas akhir tahun 2026 di level US$ 5.400 per troy ounce.

>>> KAI Siapkan Upgrade Besar KRL Green Line Atasi Kepadatan Penumpang

Meski demikian, terdapat potensi tekanan jangka pendek jika investor melakukan aksi jual untuk mendapatkan likuiditas tunai di tengah volatilitas pasar.

Analis Goldman Sachs menegaskan bahwa minat mendasar terhadap emas tetap kuat.

Pandangan Berbeda dari Commerzbank dan ANZ

Commerzbank memangkas target harga emas akhir tahun 2026 dari US$ 5.000 menjadi US$ 4.800 per troy ounce.

Bank asal Jerman tersebut melihat ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat masih akan membatasi pergerakan harga emas dalam beberapa bulan mendatang.

>>> Etihad Airways Borong Pesawat Widebody demi Perkuat Rute Jarak Jauh

Sementara itu, ANZ justru optimistis dengan memperkirakan harga emas mampu menyentuh US$ 5.600 per troy ounce pada akhir 2026.