"Setelah setiap pertandingan, dia menjelaskan apa yang terjadi, untuk memahami apa yang berhasil dan apa yang tidak, seperti seorang manajer atau administrator," ujar Mirwan Suwarso.

Pendekatan profesional yang diterapkan oleh Fabregas berhasil membawa stabilitas besar di dalam internal tim.

Manajemen memastikan bahwa hubungan kerja terjalin dengan sangat baik berkat sikap rendah hati sang pelatih.

"Dia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan kerendahan hati yang besar, mencoba membuat kami memahami semuanya juga," tambah Mirwan Suwarso.

Kerja keras jajaran kepelatihan tersebut akhirnya mencetak sejarah baru bagi klub. Fabregas sukses menjadi pelatih pertama yang membawa Como 1907 lolos dan tampil di Liga Champions.

Kendati mencatatkan prestasi gemilang, spekulasi mengenai masa depan Fabregas di Como 1907 mulai bermunculan. Manajemen mengakui telah menerima ketertarikan dari beberapa klub lain sejak musim lalu.

"Tahun lalu, kami menerima pertanyaan dari klub lain tentang Fabregas, dan kami menyadari bahwa suatu hari nanti ia mungkin akan pergi," kata Mirwan Suwarso.

Pihak manajemen berharap kebersamaan dengan Fabregas bisa bertahan untuk jangka panjang. Namun, Como 1907 menyatakan kesiapan apabila sang pelatih memilih jalan lain.

>>> Portugal Siagakan Ratusan Polisi Tambahan di Bandara Jelang Libur Musim Panas

"Jika ia memutuskan untuk tetap tinggal dalam waktu lama, kami akan senang dan itu akan fantastis, tetapi jika ia ingin pergi, kami akan mendoakan yang terbaik untuknya," pungkas Mirwan Suwarso.