Langkah Taktis Pinnacle Investment

Pinnacle Investment mengedepankan strategi defensif pada kuartal III 2026 dengan mengalihkan fokus investasi ke saham-saham berkualitas yang memiliki fundamental kuat, arus kas solid, dan valuasi menarik.

Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengelola risiko secara disiplin sekaligus menjaga fleksibilitas kas.

Langkah ini diambil agar dapat memanfaatkan peluang saat valuasi pasar menjadi lebih kompetitif.

>>> Dinas Pendidikan Sumut Segera Buka SPMB SMA/SMK Jalur Prestasi

Penerapan strategi tersebut berdampak pada kinerja Pinnacle Dana Prima yang masih mampu membukukan imbal hasil positif 0,05% sejak awal tahun.

Meski demikian, produk ini tetap mengalami koreksi sekitar 10% secara bulanan akibat mengikuti tekanan pasar yang luas.

Rebalancing portofolio secara signifikan telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar.

Guntur mengungkapkan bahwa sebelumnya portofolio Pinnacle Dana Prima lebih banyak bertumpu pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah.

"Kinerja Pinnacle Dana Prima yang masih positif di tengah koreksi pasar mencerminkan pendekatan defensif yang kami terapkan sejak awal tahun," kata Guntur.

Fokus Pinnacle hingga akhir tahun tetap pada saham berkualitas tinggi dengan momentum pertumbuhan, profitabilitas sehat, fundamental kuat, dan valuasi wajar.

Sebaliknya, porsi investasi pada saham yang sangat bergantung pada ekspektasi pertumbuhan akan dikurangi.

Menjaga kinerja kompetitif dan konsisten di atas benchmark menjadi fokus utama, bukan sekadar mengejar target imbal hasil tertentu.

Pergerakan pasar diperkirakan masih berfluktuasi dalam jangka pendek.

Investor saat ini masih menantikan kepastian arah kebijakan ekonomi.

Tekanan eksternal berupa pelemahan rupiah dan suku bunga tinggi berpotensi menahan laju pergerakan pasar keuangan.

Kendati demikian, prospek jangka panjang Indonesia dinilai tetap konstruktif karena fundamental struktural ekonomi domestik yang masih kuat.

Peluang rerating pasar diyakini akan kembali terbuka saat kepercayaan investor pulih dan arah kebijakan semakin jelas.

Guntur menyarankan diversifikasi portofolio kepada investor.

Obligasi pemerintah dipandang masih sangat layak menjadi fondasi investasi karena menawarkan imbal hasil menarik dengan risiko relatif terukur.

Di sektor saham, investor dituntut lebih selektif dengan berfokus pada perusahaan berfundamental kuat.

>>> Kemensos Buka 5.127 Formasi PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2026, Lulusan SMA Bisa Daftar

Investor juga disarankan mempertahankan sebagian alokasi pada kas dan instrumen pasar uang demi menjaga fleksibilitas dalam memanfaatkan peluang di tengah volatilitas pasar.