Dukungan belanja pemerintah, program makan bergizi gratis, serta perbaikan data kuartal I-2026 menjadi pendorong sektor ini.

>>> Portugal Kalahkan Chile 2-1 dalam Laga Uji Coba, Bruno Fernandes Cetak Gol Bersejarah

Berdasarkan data agregat kuartal pertama, penjualan consumer staples tumbuh 5,9% yoy dengan laba bersih naik 1,3% yoy.

Kendati demikian, pasar tetap dihadapkan pada sejumlah risiko eksternal seperti fluktuasi harga minyak mentah Brent, kenaikan harga CPO, serta potensi penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Faktor-faktor tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Karakteristik sektor konsumer yang defensif dinilai membuat permintaannya jauh lebih stabil dibandingkan dengan sektor siklikal dalam jangka menengah.

Stabilitas inflasi dan peningkatan pendapatan masyarakat ikut menyokong tren positif ini.

"Investor juga perlu mencermati strategi pricing dari masing-masing emiten dan kemampuan mereka menjaga volume penjualan di tengah potensi kenaikan harga produk," terang Abdul Azis Setyo Wibowo, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Dalam hal rekomendasi saham, Brigita menyarankan beli untuk saham MYOR dengan target harga Rp2.700 per saham.

Sementara itu, Azis merekomendasikan wait and see atau buy on weakness untuk saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) pada target Rp4.540–Rp4.550 dan support Rp4.240–Rp4.200 per saham.

Thoriq memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham CMRY dengan target Rp4.600 dan stoploss di Rp4.050 per saham.

>>> Jadwal KA Bandara YIA 7 Juni 2026: Rute Jogja dan Harga Tiket

Ia juga menyarankan trading buy untuk saham ICBP pada target Rp6.900 dengan batasan stoploss di level Rp6.200 per saham.