PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA mengajak para pelaku industri pariwisata asal Singapura dan Malaysia untuk mengenal destinasi ekowisata Bukit Peramun di Belitung.

Kegiatan familiarization trip ini digelar bersama Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) guna memperluas akses pasar wisatawan mancanegara bagi desa wisata berbasis masyarakat tersebut.

>>> BRIN Identifikasi Bakteri Probiotik dari Madu Lebah Tanpa Sengat

Destinasi ini mencatatkan peningkatan kunjungan wisatawan asing dari 387 orang pada 2023 menjadi 485 orang pada 2025.

Sementara wisatawan domestik naik dari 1.356 orang pada 2024 menjadi 1.648 orang pada 2025.

Pengelolaan Berbasis Masyarakat

Kawasan ini dikelola oleh Kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel sejak 2006.

Berbagai prestasi telah diraih, termasuk penghargaan Green Gold ISTA 2019 dan predikat Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia dari MURI pada 2023.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan bahwa agenda ini menjadi sarana mengenalkan potensi dan pengalaman wisata secara langsung.

>>> Pakar Kuliner Ungkap Cara Tepat Menyimpan Kentang agar Awet Segar

Para peserta diajak melakukan trekking, mengenal tanaman herbal melalui aplikasi digital KePo, hingga mengamati satwa endemik tarsius.

"Dengan menyuguhkan panorama hutan alami yang masih asri, kami percaya desa ini memiliki potensi tinggi di pasar internasional apabila didukung dengan akses dan promosi yang tepat," ujar Hera.

Ia menambahkan, program ini diharapkan membuka peluang kolaborasi yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat tanpa mengesampingkan aspek konservasi.

Peserta juga menikmati matahari terbenam dari puncak bukit dan mencicipi kuliner lokal sebelum melanjutkan agenda pengamatan satwa.

>>> Pemain Arsenal Banjiri Piala Dunia 2026 Usai Juara Liga Inggris

"Kehadiran pelaku industri pariwisata dari Singapura dan Malaysia dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk membuka peluang pasar baru dan memperkuat posisi Bukit Peramun sebagai destinasi ekowisata unggulan Indonesia di kancah global," tambah Hera.