Akses internet di Indonesia paling banyak berasal dari perangkat mobile dengan angka 61,5 persen, disusul desktop sebesar 38,5 persen.

Sebaliknya, trafik global didominasi desktop sebesar 60 persen dan mobile 40 persen.

Temuan ini kembali memicu perdebatan mengenai "Dead Internet Theory", yang berspekulasi bahwa sebagian besar aktivitas internet diproduksi oleh bot dan sistem otomatis, bukan manusia.

Teori yang mencuat pada akhir 2010-an itu awalnya dinilai berlebihan. Namun, masifnya penggunaan AI generatif dan AI agent membuat anggapan tersebut kini dinilai semakin relevan.

Cloudflare menghimpun data dari jaringan global yang mengelola sekitar seperlima lalu lintas internet dunia, sehingga sering menjadi indikator tren internet global.

>>> Backrooms Cetak Rekor Jadi Film Terlaris A24 di Amerika Utara

Melihat tren digital yang berkembang pesat, Matthew memprediksi masa depan web akan mengarah ke model "pay to crawl", yang mewajibkan perusahaan AI atau bot membayar untuk mengambil data dari situs web.