Telkom Siapkan Buyback Saham Rp4 Triliun, Ini Dampaknya
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan dana internal maksimal Rp4 triliun.
Aksi korporasi ini tidak akan melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
>>> Polda Metro Jaya Sediakan Samsat Keliling di Bundaran HI
Manajemen memastikan langkah ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan usaha karena modal kerja dan arus kas yang memadai.
Dampak langsung dari alokasi dana ini adalah penurunan aset dan ekuitas perusahaan maksimal Rp4 triliun.
Kapitalisasi pasar TLKM per Jumat (5/6/2026) tercatat Rp273,41 triliun, sehingga nilai buyback setara 1,4 persen saham beredar.
Manajemen menyatakan keputusan strategis ini diambil untuk menjaga keseimbangan fundamental perusahaan di tengah dinamika pasar.
"Langkah ini sebagai upaya menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perusahaan, serta kepercayaan pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan," ungkap Manajemen TLKM dalam keterbukaan informasi, Kamis (4/6/2026).
Pelaku pasar menilai langkah ini sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap nilai intrinsik perusahaan.
>>> EMMO Mulai Pasarkan Motor Listrik Trail JVX GT Secara Massal
Prospek kinerja emiten ditopang oleh spin-off InfraNexia dan program transformasi TLKM 30 yang fokus pada konektivitas, platform digital, dan pusat data.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan buyback yang konsisten di level support akan efektif sebagai price floor.
Namun, faktor eksternal seperti kurs rupiah, isu MSCI, dan risk premium masih lebih dominan dalam jangka pendek.
Analisis pasar memperkirakan harga wajar saham TLKM di Rp3.400 per lembar, mencerminkan potensi kenaikan 10 persen dari harga saat ini.
Namun, pergerakan teknikal menunjukkan tekanan jual yang melanda. Indikator rata-rata menunjukkan sinyal deadcross, menandakan saham masih dalam fase penurunan dan rawan koreksi lanjutan.
>>> Gappri Desak Pemerintah Kaji Ulang Aturan Penyeragaman Kemasan Rokok
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyarankan wait and see dengan memperhatikan batas bawah di kisaran Rp2.680 hingga Rp2.960 per lembar.
Update Terbaru
Jadwal MPL ID S17 Minggu 7 Hari 1: Dua Laga pada 8 Mei 2026
Minggu / 07-06-2026, 08:43 WIB
Rafael Leao Diusir Usai Baku Hantam dengan Pemain Chile
Minggu / 07-06-2026, 08:43 WIB
Cedera Otot Paksa Leonardo Balerdi Absen dari Piala Dunia 2026
Minggu / 07-06-2026, 08:40 WIB
Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di FIFA Matchday
Minggu / 07-06-2026, 08:40 WIB
10 Produk Unitlink Saham dengan Return Tertinggi per Mei 2026
Minggu / 07-06-2026, 08:38 WIB
Diskon AC Split Sharp 1 PK di Transmart Full Day Sale 7 Juni 2025
Minggu / 07-06-2026, 08:36 WIB
Empat Peringatan Penting yang Jatuh pada 8 Juni
Minggu / 07-06-2026, 08:36 WIB
Harga Emas Antam 7 Juni 2026 Stagnan untuk Ukuran Kecil hingga 5 Gram
Minggu / 07-06-2026, 08:36 WIB
Timnas Brasil Tundukkan Mesir Lewat Gol Bruno Guimarães dan Endrick
Minggu / 07-06-2026, 08:33 WIB
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 2.738.000 pada 7 Juni 2026
Minggu / 07-06-2026, 08:33 WIB
Veda Pratama Start P9 di Moto3 Hungaria, Dikenai Long Lap Penalty
Minggu / 07-06-2026, 08:32 WIB
Pedro Acosta Bingung dengan Performa Marc Marquez di MotoGP Hongaria
Minggu / 07-06-2026, 08:28 WIB
Jepang Gunakan AI dan Drone untuk Antisipasi Serangan Beruang
Minggu / 07-06-2026, 08:24 WIB
Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi US$ 106,56 per Barel pada Mei 2026
Minggu / 07-06-2026, 08:24 WIB






