"C’était un de mes plus grands rêves de gagner ce tournoi, je n’arrive pas à croire que je tiens ce trophée entre mes mains," ujar Mirra Andreeva saat menerima trofi Suzanne-Lenglen dari mantan juara Mary Pierce.

Andreeva juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim pelatihnya yang telah mendampingi perkembangannya selama dua tahun terakhir.

Turnamen ini menjadi pembuktian kematangan mentalnya setelah melewati laga semifinal yang penuh tensi politik melawan petenis Ukraina, Marta Kostyuk.

"Paris aura toujours une place à part dans mon cœur," tutur Mirra Andreeva.

>>> Mirra Andreeva Tembus Final Roland Garros 2026 Tanpa Pasangan

Di sisi lain, bagi Chwalinska yang menempati peringkat 114 dunia sebelum turnamen dimulai, menembus partai puncak merupakan lompatan besar dalam kariernya.

Petenis yang sempat mengkhawatirkan biaya hotel setelah kemenangan di babak kedua ini membawa pulang hadiah uang tunai sebesar 1,4 juta euro dan diprediksi melonjak ke peringkat 21 dunia.

"I wish you could see a better match today, but Mirra was too good for me, I guess it is her fault!"

canda Maja Chwalinska di atas lapangan.

Chwalinska mengakui keunggulan lawannya yang tampil lebih dominan dari garis belakang pada set kedua.

Meski gagal menyamai torehan Emma Raducanu sebagai juara Grand Slam dari jalur kualifikasi, perjalanan tiga pekan di Paris menjadi momen paling berharga dalam karier profesionalnya.

"I will not forget these three weeks. Paris will stay forever with me in my heart," ucap Maja Chwalinska.

Petenis Polandia itu juga memberikan pujian langsung kepada Andreeva saat berhadapan di net sebelum penyerahan piala dilakukan.