Petenis remaja Mirra Andreeva sukses merengkuh gelar Grand Slam pertamanya setelah menundukkan pemain kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska, dalam babak final tunggal putri turnamen Roland Garros pada Sabtu, 6 Juni 2026 di Paris, Prancis.

Kemenangan Andreeva yang berusia 19 tahun itu sekaligus memupus impian Chwalinska untuk mencetak sejarah baru sebagai petenis kualifikasi pertama yang menjuarai turnamen tanah liat tersebut.

>>> Mirra Andreeva Juarai Prancis Terbuka 2026, Kalahkan Maja Chwalinska

Andreeva yang menjadi unggulan kedelapan menyudahi perlawanan sengit lawannya dengan skor 6-3 dan 6-2 dalam waktu 1 jam 22 menit.

Pertandingan sempat berjalan ketat di awal set pertama akibat faktor angin kencang yang membuat kedua pemain kehilangan servis dalam empat gim pembuka.

Kendati ribuan pendukung Polandia memadati stadion untuk menyemangati Chwalinska, Andreeva berhasil mengendalikan emosi dan merebut sembilan gim berikutnya hingga memimpin jauh.

Keberhasilan ini mengukuhkan posisi petenis kelahiran Siberia tersebut sebagai juara tunggal putri Roland Garros termuda sejak Monica Seles pada tahun 1992.

Ia juga menjadi juara termuda ketiga di turnamen Grand Slam sejak era 2000-an setelah Maria Sharapova dan Emma Raducanu.

Selepas memastikan poin kemenangan lewat pukulan backhand, Andreeva langsung merayakan keberhasilannya bersama sang pelatih, Conchita Martinez.

"I've been watching Roland Garros since I was very young and it has always been a dream to win this trophy," kata Mirra Andreeva.

Andreeva yang kini berlatih di Prancis tercatat telah mengoleksi dua gelar WTA 1000 pada tahun 2025 dan menembus peringkat sepuluh besar dunia.

Pencapaian ini sekaligus membayar kegagalannya pada tahun lalu ketika ia tersingkir di babak perempat final Roland Garros.