Kebijakan penghentian sementara ini muncul setelah empat pengembang mengajukan permohonan kepada penyedia utilitas lokal untuk mendirikan lima fasilitas skala besar di Seattle.

Akibat gelombang kritik, dua pengembang telah menarik proposal mereka.

Gelombang PHK terhadap 30.000 staf Amazon yang disinggung dalam rapat diketahui telah bergulir sejak Oktober 2025.

Kebijakan ini diambil CEO Andy Jassy untuk memangkas birokrasi dan merampingkan struktur manajemen.

Kendati melakukan perampingan, Amazon tetap mengumumkan anggaran belanja modal sebesar USD 200 miliar pada Februari 2026. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan.

Schloesser, yang telah mengabdi hampir enam tahun, mendesak otoritas Seattle untuk memperketat izin.

Ia meminta pengembang diwajibkan menggunakan energi terbarukan serta melarang penggunaan perusahaan cangkang untuk menyembunyikan proyek baru.

Amazon menegaskan komitmennya untuk terus meninjau efisiensi operasional pada seluruh fasilitas komputasi.

>>> NASA Resmi Akhiri Misi Wahana Antariksa MAVEN di Mars

Perusahaan e-commerce ini menargetkan program pengembalian air dalam jumlah lebih besar bagi komunitas lokal yang akan dimulai pada tahun 2030.