Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot tajam sebesar 8,69 persen ke level 5.594,7 pada periode perdagangan 2-5 Juni 2026.

Posisi tersebut turun drastis dari pekan sebelumnya yang berada di level 6.127,3. Penurunan ini dipicu oleh fluktuasi harga sejumlah saham utama.

>>> Pemerintah Buka Peluang Revisi Aturan Konversi Devisa Hasil Ekspor

Kejatuhan indeks juga menyeret nilai kapitalisasi pasar di BEI.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, kapitalisasi pasar ambles 8,59 persen menjadi Rp 9.807 triliun dari posisi pekan lalu sebesar Rp 10.729 triliun.

Dengan demikian, nilai aset yang terhapus mencapai Rp 922 triliun dalam sepekan.

Saham Penopang IHSG

Di tengah pelemahan indeks, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) tampil sebagai saham penopang utama dengan menyumbang 14,04 poin terhadap IHSG.

Harga saham SMMA menguat 11,27 persen dengan nilai kapitalisasi pasar saham free float mencapai Rp 61,84 triliun.

Saham lain yang menahan kejatuhan indeks lebih dalam adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

>>> Kementerian PU Kejar Target 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni 2026

BREN berkontribusi 10,7 poin dengan kenaikan harga 8,79 persen, sedangkan DSSA menyumbang 10,41 poin setelah harganya melonjak 23,98 persen.

Selain ketiga emiten tersebut, penopang pergerakan indeks lainnya adalah PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) sebesar 4,93 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar 4,02 poin, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar 1,8 poin.

Empat saham terakhir yang melengkapi daftar sepuluh besar penggerak indeks pekan ini adalah PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) dengan kontribusi 0,77 poin, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) 0,39 poin, PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) 0,23 poin, dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) sebesar 0,22 poin.