Menurutnya, strategi yang lebih bijak adalah menjaga likuiditas sambil melakukan akumulasi aset secara bertahap ketika harga dinilai sudah berada pada level yang menarik.

"Investor sebaiknya tetap memiliki likuiditas yang cukup, tetapi mulai melakukan akumulasi bertahap pada aset yang valuasinya sudah menarik.

Hindari masuk sekaligus dalam satu waktu," ujar Budi.

Selain itu, ia mengingatkan investor untuk memantau tiga indikator penting dalam beberapa bulan ke depan, yaitu pergerakan yield US Treasury tenor 10 tahun, arus dana asing di pasar saham dan obligasi Indonesia, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

>>> Bank Mandiri Taspen Berdayakan Lansia Lewat Kegiatan Glow and Grow

"Ketiganya biasanya menjadi indikator awal arah pasar ke depan," tutup Budi.