Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan tajam sepanjang periode perdagangan 2 hingga 5 Juni 2026.

Berdasarkan data Investor Daily, indeks acuan pasar modal tersebut merosot sebesar 8,69 persen ke level 5.594,7 dari posisi pekan sebelumnya di 6.127,3.

>>> 4 Cara Bijak Menghadapi Gosip Menurut Psikolog

Penurunan ini berdampak langsung pada kapitalisasi pasar BEI yang ambles 8,59 persen menjadi Rp 9.807 triliun.

Artinya, nilai yang lenyap mencapai Rp 922 triliun dari posisi pekan lalu yang sebesar Rp 10.729 triliun.

Aktivitas transaksi harian menunjukkan tren bervariasi. Rata-rata nilai transaksi harian menyusut 5,71 persen menjadi Rp 26,97 triliun.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian melonjak 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali. Rata-rata volume transaksi juga naik 8,66 persen menjadi 33,63 miliar saham.

Kondisi pasar semakin tertekan oleh aksi jual investor asing. Pada Jumat lalu, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 3,73 triliun.

Akumulasi net sell sepanjang tahun 2026 pun menembus Rp 61,36 triliun.

Sepuluh Saham Top Losers

Kejatuhan IHSG turut diseret oleh sepuluh saham yang terkoreksi dalam antara 34 persen hingga 47 persen. Hal ini memicu kerugian besar bagi para pemegang sahamnya.

Saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) memimpin kemerosotan tersebut. Keduanya masuk ke dalam kelompok top losers.

Berikut rincian sepuluh emiten dengan akumulasi penurunan tertinggi selama sepekan perdagangan 2-5 Juni 2026:

>>> Stadion Gajayana Malang Tampung Puluhan UMKM di Semesta Berpesta

PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) turun 47,45 persen dari Rp 980 menjadi Rp 515.