Perjalanan itu dimulai dengan melatih rekan-rekannya sendiri, kemudian berlanjut ke akademi usia muda hingga mendapatkan kesempatan bekerja di klub profesional.

"Saya memulai semuanya dari situasi yang sangat sederhana dan rendah hati.

Melatih teman-teman yang dulu bermain bersama saya kemudian melatih akademi usia muda lalu dipromosikan menjadi pelatih rehabilitasi di klub profesional," tutur Hector.

Dedikasi tinggi pada setiap peran kecil yang ia jalani perlahan-lahan membuka pintu menuju panggung futsal internasional yang lebih luas.

"Dari pelatih rehabilitasi saya menjadi pelatih fisik, lalu asisten pelatih, kemudian pelatih Timnas Vietnam U-20. Setelah itu bekerja di divisi utama Spanyol.

Lalu datang ke Indonesia melatih klub dan akhirnya dipercaya menangani Timnas Futsal Indonesia," tuturnya.

Nama Hector mulai dikenal luas di Indonesia ketika menangani Bintang Timur Surabaya.

Bersama klub tersebut, ia sukses mempersembahkan dua gelar Liga Futsal Profesional Indonesia secara beruntun pada musim 2021/2022 dan 2022/2023.

Keberhasilan itulah yang kemudian membuka jalan menuju kursi pelatih Timnas Futsal Indonesia.

Kini, setelah berhasil membawa Merah Putih meraih berbagai prestasi internasional, Hector tetap memandang seluruh pencapaiannya sebagai bagian dari proses panjang yang dibangun sedikit demi sedikit.

>>> Erick Thohir Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Puas Usai Tekuk Oman

"Jadi seperti yang bisa dilihat, perjalanan saya selalu berkembang setahap demi setahap. Saat ini saya rasa keluarga saya sangat bahagia dan benar-benar mendukung saya," ujar Hector Souto.