Dukungan Keluarga Membuat Hector Tetap Membumi

Menariknya, Hector mengaku keluarganya tidak terlalu memahami dunia futsal secara mendalam. Namun, situasi tersebut justru membuatnya mampu menjaga keseimbangan hidup dan tidak larut dalam tekanan dunia olahraga profesional.

Menurutnya, keluarga dan teman-teman dekat lebih sering membicarakan kehidupan sehari-hari dibandingkan hasil pertandingan. "Konsekuensinya, keluarga dan teman-teman saya sebenarnya tidak terlalu memahami dunia futsal.

Beberapa kerabat saya bahkan tidak terlalu mengetahui hasil-hasil yang saya raih," kata Hector.

Obrolan di luar urusan taktik lapangan menjadi penyeimbang yang berarti bagi kehidupan emosional sang pelatih.

"Menurut saya itu justru hal yang baik karena mereka tidak terus menerus membicarakan futsal. Mereka berbicara tentang hal-hal lain yang membantu menyegarkan pikiran," ujarnya.

Pelatih berusia 44 tahun itu merasa dukungan tersebut membuatnya tetap rendah hati meski kini menjadi figur yang cukup dikenal publik Indonesia.

>>> Rayco Rodriguez Idolai Luis Aragones untuk Tanamkan Mental Juara di Persita

"Hal itu membuat saya tetap membumi. Karena jika seperti di Indonesia sekarang, situasinya mungkin berbeda.

Banyak orang yang mengenali saya dan itu cukup aneh bagi saya," katanya.

Meski tidak memahami seluruh aspek taktis dari olahraga yang digeluti Hector, pihak keluarga tidak pernah absen memberikan restu penuh.

"Ya, kami memang meraih kesuksesan saat ini. Keluarga saya mendukung saya dengan cara yang mereka pahami.

Sejak awal mereka tahu bahwa saya ingin menjadi seorang profesional di dunia olahraga," ujar Hector.

Meniti Karier Setahap demi Setahap

Sebelum menjadi pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto mengawali semuanya dari level paling bawah. Ia tidak langsung menangani tim besar, melainkan membangun karier secara bertahap selama bertahun-tahun.