PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) berencana menghapus akumulasi rugi atau saldo laba negatif sebesar Rp3,71 triliun melalui mekanisme kuasi reorganisasi.

Langkah strategis ini bertujuan membersihkan beban historis yang memengaruhi ekuitas perusahaan. Manajemen akan membahas agenda tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir Juni 2026.

>>> Harga Perak Antam 6 Juni 2026 Ambrol ke Level Rp 45.600 per Gram

"Perseroan bermaksud melakukan rencana kuasi reorganisasi dengan mengeliminasi saldo laba negatif sebesar Rp3.707.953 juta dan hasil pengeliminasian akumulasi rugi (saldo laba negatif) Perseroan saat merencanakan kuasi reorganisasi adalah sebesar nol (0)," jelas manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (5/6/2026).

Proses ini dilakukan dengan mengeliminasi saldo laba negatif menggunakan agio saham yang tercatat dalam tambahan modal disetor.

Dengan prosedur akuntansi tersebut, nilai akumulasi rugi BWPT akan menjadi nol tanpa mengubah jumlah aset, liabilitas, maupun arus kas operasional.

Mekanisme kuasi reorganisasi lazim diterapkan emiten di pasar modal untuk memperbaiki neraca ekuitas setelah periode kerugian panjang.

Setelah pembersihan selesai, perusahaan dapat memulai pencatatan kinerja keuangan baru dari titik nol.

Secara teknis, kuasi reorganisasi tidak memberikan suntikan dana segar atau mengubah jumlah lembar saham beredar. Namun, penghapusan rugi historis ini diharapkan berdampak positif pada struktur permodalan perusahaan.

Dengan hilangnya saldo laba negatif, perseroan memiliki ruang gerak lebih fleksibel dalam mengeksekusi aksi korporasi ke depan.

Salah satu implikasinya adalah terbukanya peluang membagikan dividen saat laba ditahan positif.

Perbaikan struktur modal ini juga diproyeksikan meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis jangka panjang BWPT. Agenda krusial tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham pada RUPSLB yang digelar Senin, 29 Juni 2026.