Manchester City mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya mengenai kelanjutan masa depan klub. Era baru di Stadion Etihad dipastikan tetap berjalan kompetitif setelah berakhirnya masa kepemimpinan Pep Guardiola.

Manajemen The Citizens menyatakan bahwa kepergian juru taktik asal Spanyol tersebut bukan menjadi tanda penurunan performa.

>>> Timnas Indonesia Naik Empat Peringkat ke Posisi 118 Ranking FIFA

Momentum ini justru dipandang sebagai bagian dari transformasi klub menuju tahapan kompetitif berikutnya.

Guardiola menyudahi masa baktinya di Man City pada bulan lalu dengan torehan yang sangat mengesankan.

Pria Spanyol tersebut mempersembahkan 20 piala bergengsi selama 10 tahun memimpin, termasuk enam titel Premier League.

Perpisahan dengan Guardiola sempat memicu keraguan dari berbagai pihak luar mengenai konsistensi performa tim. Kendati demikian, Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menyanggah anggapan miring tersebut secara terbuka.

Al Mubarak menyatakan bahwa klub masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang pada masa mendatang.

Kesiapan untuk berebut trofi musim depan tetap menjadi target utama, termasuk saat bersaing kembali dengan Arsenal.

"Kami masih sangat jauh dari titik puncak," kata Al Mubarak.

"Jika melihat kembali ke tahun 2008 dan membandingkannya dengan posisi klub saat ini, saya melihat perjalanan luar biasa selama 18 tahun terakhir.

Roberto Mancini membawa gelar Premier League pertama untuk klub ini, sebuah momen yang tidak akan pernah kami lupakan.

Dia juga mempersembahkan Piala FA pertama setelah penantian yang sangat panjang."

"Setelah itu Manuel Pellegrini datang, meraih gelar Premier League lagi dan menghadirkan kesuksesan lainnya. Kemudian Pep datang dan menanamkan pola pikir serta DNA klub pemenang.

Kini kami sudah terbiasa menang karena hal itu telah menjadi bagian dari identitas kami. Klub ini dirancang dan dibangun untuk meraih kemenangan," ujarnya.