Kebijakan FIFA yang melarang penonton membawa botol minum plastik ke dalam stadion Piala Dunia 2026 mendapat kecaman keras dari pejabat pemerintah di Toronto, Kanada.

Larangan tersebut diumumkan hanya sepekan sebelum turnamen dimulai, memicu kekhawatiran akan risiko dehidrasi dan serangan panas bagi suporter.

>>> Timnas Oman Akui Keunggulan Fisik Indonesia Usai Takluk di SUGBK

FIFA beralasan langkah ini untuk mencegah pelemparan botol yang bisa melukai pemain dan penonton.

Namun, keputusan itu diduga terkait hak eksklusif penjualan minuman oleh Coca-Cola, sponsor utama yang memproduksi air kemasan Dasani.

Kritik dari Pejabat Toronto

Walikota Toronto Olivia Chow menilai aturan ini sebagai upaya komersialisasi untuk meraup keuntungan tambahan.

"Kenapa Anda harus membeli air minum botolan kalau bisa membawa air sendiri? Itu lebih murah dan bagus untuk lingkungan juga.

Ini keterlaluan. Mereka cuma mau mencari uang lagi.

>>> Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di GBK, Putus Puasa Kemenangan 38 Tahun

Mereka sudah menghasilkan miliaran dolar, lo. Setop," ujar Chow kepada CTV News.

Anggota Dewan Kota Toronto Josh Matlow juga menyuarakan penolakan. Ia menilai FIFA mengabaikan keselamatan publik demi kepentingan sponsor.

"Seharusnya itu menjadi hak, di manapun Anda berada di Toronto.

Kesehatan dan keselamatan publik jelas lebih penting ketimbang FIFA membatasi para penggemar untuk hanya membeli produk minuman kola.

Saya akan meminta pemerintah kota untuk menolak permintaan FIFA yang tamak dan tak masuk akal ini," cuitnya di X.

>>> Timnas India Hadapi Tajikistan Setelah Dua Kekalahan Beruntun

Hingga saat ini, regulasi ketat tersebut masih diberlakukan menjelang pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko melawan Afrika Selatan di Estadio Azteca.