IHSG Pekan Depan Diprediksi Uji Level 5.500 Usai Anjlok 4,2%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguji level psikologis 5.500 pada perdagangan pekan depan, Senin (8/6/2026).
Proyeksi ini muncul setelah IHSG ditutup merosot signifikan sebesar 4,2% ke posisi 5.594,7 pada perdagangan Jumat (5/6/2026).
>>> Pedro Acosta Tercepat di Sesi Practice MotoGP Hongaria 2026
Seluruh sektor saham mengalami pelemahan, dengan koreksi terdalam di sektor transportasi yang anjlok hingga 5,97%.
Penyebab Pelemahan IHSG
Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa tekanan jual dipicu oleh ketidakjelasan kebijakan pemerintah serta respons negatif pasar terhadap sejumlah rumor.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah revisi UU P2SK yang menimbulkan kekhawatiran terkait potensi terganggunya independensi lembaga keuangan.
Faktor lain datang dari Kementerian Keuangan yang melaporkan realisasi APBN 2026 hingga Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp 180,4 triliun atau 0,7% dari PDB.
Nilai defisit tersebut membengkak dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp 20,9 triliun atau 0,09% dari PDB.
Meski demikian, angka defisit ini sebenarnya masih berada di bawah target total tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68% dari PDB.
>>> Manchester United Resmi Perpanjang Kontrak Tom Heaton hingga 2027
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,46% ke posisi Rp 18.049 per dolar AS.
Pelemahan rupiah yang terus berlanjut memicu spekulasi bahwa Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) darurat di luar jadwal resmi pada 17-18 Juni 2026.
Pada pekan depan, pasar juga menanti rilis data cadangan devisa bulan Mei 2026 pada Senin (8/6/2026), keyakinan konsumen pada Rabu (10/6/2026), dan penjualan ritel April 2026 pada Kamis (11/6/2026).
"Di tengah minimnya katalis positif dan di bawah tekanan sentimen negatif, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.500 pada pekan depan," tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Jumat (5/6/2026).
Sementara itu, MNC Sekuritas menilai pergerakan indeks masih rawan melanjutkan tren penurunan ke kisaran 5.395-5.412.
Pelemahan ini diperkirakan sekaligus untuk menutup area gap yang sempat terbentuk serta menguji Moving Average (MA) 200 secara bulanan.
>>> Konsumsi Gula Masyarakat Indonesia Melonjak 60 Persen
Untuk menghadapi perdagangan pada Senin (8/6/2026), MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham ANTM, BRMS, MBMA, dan DAAZ.
Update Terbaru
Faraday Future Lakukan Reverse Stock Split 1:150 demi Bertahan di Nasdaq
Kamis / 23-07-2026, 05:06 WIB
Gak Cuma Kenyang, Ini 4 Manfaat Makan Bareng Buat Kesehatan Mental
Kamis / 23-07-2026, 05:06 WIB
Purbaya Identifikasi Daerah dengan Keuangan Seret, Isyaratkan Kenaikan TKD
Kamis / 23-07-2026, 05:06 WIB
FIFA Rilis Tim Impian Piala Dunia 2026, Vozinha Jadi Kiper Pilihan Fans
Kamis / 23-07-2026, 05:05 WIB
Galaxy Z Flip 8 Tidak Miliki Lapisan Anti-Pantul Seperti Z Fold 8
Kamis / 23-07-2026, 05:05 WIB
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 Hands-on: Lebih Tipis, Baterai Besar, Layar Terang
Kamis / 23-07-2026, 05:05 WIB
Sinopsis Krrish 3 Film Hrithik Roshan Mega Bollywood Hari ini 23 Juli 2026 di ANTV
Kamis / 23-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Hum Hain Rahi Pyar Ke Film Aamir Khan di Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 23 Juli 2026 di ANTV
Kamis / 23-07-2026, 05:00 WIB
Alhamdulillah! Terikat Janji Naik 2 Peringkat, Inilah Program Acara dengan Rating TV terbaik Hari ini 23 Juli 2026
Kamis / 23-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Renegades di Bioskop Trans TV Hari ini 23 Juli 2026
Kamis / 23-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Lake Placid 3 di Bioskop Trans TV Hari ini 23 Juli 2026
Kamis / 23-07-2026, 05:00 WIB







