"Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi arsitek masa depan digitalnya sendiri," sambungnya.

Melalui transformasi TLKM 30, Telkom memperkuat peran sebagai service enabler untuk membangun fondasi digital nasional yang mandiri.

Dalam forum tersebut, Telkom memamerkan inisiatif AdyaCakra, sebuah sovereign digital stack yang mengintegrasikan kapabilitas nasional dengan teknologi global terbaik untuk kebutuhan pemerintah, BUMN, dan sektor industri strategis.

AdyaCakra mencakup Sovereign Cloud melalui NeuCentrIX, NeutraDC Hyperscale, dan edge infrastructure.

Selain itu, terdapat pilar Sovereign AI melalui AI Hub dan Agentic AI BigBox, serta Sovereign Cybersecurity melalui Telkom CSOC, sovereign threat intelligence, dan managed detection & response.

Pertemuan ini diakhiri dengan diskusi strategis dan penandatanganan Intentional Collaboration oleh delapan mitra teknologi global.

>>> Sinopsis SAS: Red Notice, Bioskop Trans TV 5 Juni 2026

Kolaborasi ini ditujukan untuk mempercepat pengembangan kapabilitas nasional, transfer pengetahuan, serta adopsi teknologi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia demi mencapai Visi Digital Indonesia 2030.