Jadi mudah-mudahan bisa menghasilkan prestasi yang baik di kejuaraan Asia nanti," kata Kiki Taher.

Ketujuh perenang nasional tersebut dijadwalkan turun pada nomor 5.000 meter, 10.000 meter, dan estafet untuk mengukur kemampuan menghadapi kekuatan global seperti Tiongkok dan Korea Selatan.

"Jumlah peserta atlet elite sebanyak total 76 orang dari 17 negara dan mereka dikirim oleh federasi akuatik nasional masing-masing," ujar Kiki Taher.

Pihak panitia juga menyelenggarakan kompetisi massal A.

Stream OWS Series secara simultan yang membuka nomor jarak pendek hingga kategori anak-anak usia 10 sampai 14 tahun demi memperluas partisipasi publik.

"A•STREAM bukan sekadar sebuah event.

Ini adalah semangat kami untuk memperkenalkan keindahan alam Indonesia, khususnya pantai dan laut, melalui pengalaman berenang di perairan terbuka," kata Kiki Taher.

Rangkaian ajang ini dirancang terintegrasi dengan sektor pariwisata sehingga diproyeksikan mampu mendatangkan lebih dari seribu orang termasuk ofisial, pendamping, dan wisatawan asing ke kawasan Pantai Jimbaran.

"Kami merasa bangga karena Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan renang perairan terbuka tingkat Asia.

Ini menjadi pengalaman berbeda bagi peserta A•STREAM karena dapat merasakan langsung atmosfer kompetisi internasional," ujar Kiki Taher.

Setelah merampungkan seri di Bali, induk organisasi akuatik nasional tersebut berencana mengeksplorasi wilayah perairan lain seperti Belitung yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata olahraga bahari.

"Kami meyakini A•STREAM dapat menjadi jembatan antara olahraga dan pariwisata.

Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi ekonomi daerah sekaligus memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim," kata Kiki Taher.

>>> Jakarta Jadi Tuan Rumah Kualifikasi Junior Soccer World Challenge 2026