Dengan tersedianya listrik, warga dapat mulai memanfaatkan peralatan pendukung usaha yang sebelumnya sulit digunakan karena keterbatasan energi.

Pemerintah Daerah Beri Apresiasi

Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menyampaikan apresiasi atas beroperasinya jaringan listrik di Noemuke.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayahnya dilakukan bertahap karena kondisi geografis yang berbeda-beda di setiap daerah.

“Kami memahami setiap wilayah di Timor Tengah Selatan memiliki tantangan geografis yang berbeda. Pembangunan listrik dilakukan bertahap sesuai kemampuan teknis dan alokasi anggaran. Kami berharap listrik di Noemuke ini bisa membantu anak-anak belajar lebih baik dan warga mulai mengembangkan usaha kecil di rumah,” ujarnya.

PLN Bangun Jaringan dan Gardu Distribusi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan penyediaan listrik di wilayah terpencil menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi bagi masyarakat.

Menurutnya, jaringan listrik tidak hanya menyediakan penerangan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga.

“Sebagai badan usaha milik negara yang diberi amanah menyediakan energi listrik, PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan akses listrik hingga ke pelosok negeri. Hadirnya listrik menjadi fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. Karena itu, PLN terus berkomitmen agar tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam kegelapan,” kata Darmawan.

Pembangunan jaringan listrik di Noemuke melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat hingga warga setempat.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menjelaskan proyek tersebut menghadapi tantangan karena kondisi wilayah yang berbukit serta akses yang terbatas.

Untuk melistriki dusun tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 1,03 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 4,9 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.

“Wilayah seperti Noemuke memerlukan kesiapan teknis dan waktu. Dengan infrastruktur yang sudah beroperasi, kami berharap listrik ini dapat dimanfaatkan warga untuk mendukung berbagai aktivitas produktif sehari-hari,” ujarnya.

Kini suasana malam di Noemuke tak lagi sama. Lampu yang menyala di rumah-rumah warga menghadirkan perubahan pada aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan hingga peluang usaha yang sebelumnya sulit dilakukan.