"Sebagai pemain, kami harus segera beralih ke tantangan berikutnya.

Saya tidak bisa terus merayakan selamanya karena masih ada hal lain yang harus kami lakukan, begitu pula dirinya," lanjut Marquinhos.

Empati dari Pengalaman Pahit

Mantan pemain AS Roma ini mengakui bahwa dorongan untuk menghampiri Gabriel muncul karena ia teringat pengalaman pahitnya sendiri saat membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2022 melawan Kroasia.

Kala itu, tendangan penalti Marquinhos membentur tiang gawang sehingga Selecao tereliminasi, sebuah memori yang langsung bangkit ketika melihat Gabriel gagal mengeksekusi penalti.

"Saya sebenarnya sudah siap untuk merayakan kemenangan," kata Marquinhos.

Ia langsung menghentikan larinya saat menyadari situasi yang dihadapi oleh rekan senegaranya di tengah kegembiraan para pemain PSG yang lain.

>>> Sistem Ticketmaster Dikeluhkan Suporter Carolina Hurricanes

"Namun, ketika mulai berlari, saya melihat dia tepat di depan saya dan rekan-rekan setim saya melewatinya.

Gambaran itu sama persis dengan apa yang saya alami setelah gagal penalti pada 2022," ujar Marquinhos.

Rasa solidaritas sebagai sesama penggawa tim nasional membuat Marquinhos bisa merasakan beratnya beban psikologis yang sedang ditanggung oleh Gabriel.

"Saat itulah saya memikirkan rekan saya di tim nasional Brasil. Saya berempati karena pernah melewati momen seperti itu dan memahami besarnya tanggung jawab yang dirasakan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marquinhos berupaya keras membangkitkan kembali kepercayaan diri Gabriel dengan memuji performa impresifnya sepanjang musim ini.

"Saya mengatakan kepadanya untuk tetap kuat dan tetap tegak karena dia menjalani musim yang luar biasa dan memainkan pertandingan yang luar biasa," ungkap Marquinhos.

Bahkan, pemain senior PSG ini tidak ragu menyebut kompetitornya tersebut sebagai sosok bek tengah dengan performa terbaik di kancah sepak bola dunia saat ini.