Ia mengaku sering kelabakan jika pesanan datang bersamaan dalam jumlah banyak.

>>> Jadwal Wakil Indonesia di Perempat Final Indonesia Open 2026

"Kelabakan, biasanya kita parut dan tumbuk rempahnya duluan, kalau banyak yang pesan harus parut dan tumbuk dadakan," tuturnya.

Khasiat ramuan herbal ini dirasakan langsung oleh Dudung (54), warga Antapani yang memilih jamu untuk mengatasi masalah kesehatan pada persendiannya.

"Enak pakai jamu, ini herbal, daripada pakai obat kimia, efek sampingnya bahaya," ujar Dudung.

Pria yang sudah menjadi pelanggan tetap ini kerap datang ke gerobak Jamu Godok Barokah saat mengalami gejala penyakit ringan.

"Udah langganan, selain itu kalah pegal, batuk, flu, sakit tenggorokan, juga suka ke sini," tambahnya.

Manfaat serupa juga dicari oleh Wiwin (34), konsumen lain yang sengaja datang membeli jamu untuk meredakan nyeri datang bulan.

"Lagi nyeri haid, kalau lagi sakit gini reda ya suka sama jamu," ujar Wiwin.

Wiwin mengaku sudah menjadi pelanggan lama yang mengandalkan jamu ini untuk memulihkan kebugaran tubuhnya dari rasa lelah.

"Sering beli ke sini, tidak hanya sakit haid saja, pegel-pegel juga, enak aja kalau pakai jamu," tambahnya.

Varian lengkap yang disediakan Jamu Godok Barokah mencakup ramuan untuk menambah stamina, detoks atau cuci perut, nyeri sendi, haid atau kesuburan, kanker, dan asam lambung.

Tersedia pula pilihan untuk meredakan maag, capek atau pegal-pegal, lendir atau tenggorokan, wedang jahe, ambeien atau wasir, beras kencur, asam urat atau varises, pria perkasa, kebas, hingga kolesterol.

Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per porsi, dengan biaya tambahan Rp5 ribu jika pembeli ingin menggunakan telur ayam kampung.

>>> Tersangka Korupsi Badan Gizi Nasional Ajukan Justice Collaborator

Kedai jamu tradisional ini melayani pelanggan setiap hari Senin sampai Kamis serta Sabtu dan Minggu, sedangkan hari Jumat tutup.