Menyimpan cincin lamaran di laci setelah perpisahan kini bukan lagi pilihan utama. Banyak individu memilih merombak perhiasan dari hubungan masa lalu menjadi desain baru yang merepresentasikan identitas terkini.

Tren yang dikenal sebagai divorce jewelry atau perhiasan perceraian ini terus tumbuh di industri perhiasan mewah, menurut laporan Women's Wear Daily (3/6/2026).

>>> Harga Pangan 5 Juni 2026: Minyak Goreng dan Bawang Putih Melonjak

Batu berlian pada cincin tunangan, cincin nikah, hingga perhiasan warisan keluarga sering didesain ulang menjadi bentuk baru dengan makna yang bergeser.

Fenomena ini kian populer setelah sejumlah pesohor dunia mengikutinya.

Model Emily Ratajkowski dan Rachel Zoe adalah contoh figur publik yang mengubah cincin pertunangan mereka menjadi desain baru pascabercerai.

Sam Hamilton, pendiri label perhiasan asal London bernama Sam Ham, menjadi salah satu desainer yang bergerak di tengah tren ini.

Berbeda dengan mayoritas rumah perhiasan yang fokus pada momen pernikahan, Hamilton membesarkan bisnisnya lewat layanan mendesain ulang perhiasan yang menyimpan sejarah emosional pemiliknya.

"Pada akhirnya, perhiasan adalah tentang bercerita," kata Hamilton.

Ia menjelaskan bahwa esensi paling menarik dari pekerjaannya adalah kesempatan mendengarkan narasi di balik setiap perhiasan, mencakup hubungan, memori, identitas diri, hingga perasaan kehilangan.

Permintaan pertama terkait perhiasan perceraian diterima Hamilton pada tahun 2021. Tiga anak perempuan meminta bantuan merombak cincin pertunangan ibu mereka yang sudah bercerai selama lima tahun.

Sang ibu tidak nyaman lagi mengenakan cincin lamaran dan nikahnya, tetapi anak-anaknya ingin batu berlian itu tetap memiliki tempat di hidup mereka.

Hamilton merancang cincin tiga batu yang merepresentasikan ketiga putri tersebut, memadukan berlian lama dengan batu safir biru kehijauan serta tanzanite.