Namun, indikator ekonomi frekuensi tinggi seperti produksi industri dan indeks manufaktur dilaporkan masih menunjukkan momentum yang stabil.

Kebijakan RBI ini muncul di tengah tekanan eksternal akibat lonjakan harga minyak dan arus modal asing yang keluar.

Tekanan tersebut menyebabkan nilai tukar rupee merosot hampir 5 persen sejak konflik di kawasan Teluk meningkat pada Februari, mendekati rekor terendah.

Respons pasar keuangan terpantau relatif tenang meskipun mata uang domestik sedang tertekan.

Imbal hasil obligasi pemerintah India tenor 10 tahun turun tipis ke level 6,96 persen, rupee melemah ringan ke 96,72 per dolar AS, sementara indeks saham utama menguat sekitar 0,2 persen.

Langkah India ini berbeda dengan beberapa bank sentral di Asia seperti Indonesia, Filipina, dan Sri Lanka yang memilih menaikkan suku bunga demi menopang mata uang mereka.

>>> Malware WeedHack Retas Ratusan Ribu Akun Pemain Minecraft

Sementara itu, Korea Selatan memilih menahan suku bunga sembari memberikan sinyal akan adanya perubahan kebijakan.