Ketiga, memberikan makanan kepada tetangga. Sedekah tidak harus uang; membagikan sarapan, mengirim makanan ke lansia, atau berbagi hidangan juga bernilai besar.

Keempat, menyalurkan sedekah ke pondok pesantren atau panti asuhan. Bantuan bisa berupa uang, bahan makanan, perlengkapan belajar, atau kebutuhan sehari-hari.

>>> Sikapi FOMO Anak terhadap Idola, Orangtua Jangan Langsung Melarang

Kelima, menitipkan sedekah kepada orang yang pergi ke masjid. Bagi yang ingin bersedekah melalui kotak amal, bisa dititipkan ke keluarga atau kerabat yang salat Subuh berjamaah.

Keenam, memberi makan hewan yang terlantar. Dalam hadis, berbuat baik kepada hewan juga mendatangkan pahala.

Memberi makan kucing liar atau burung termasuk sedekah sederhana.

Niat dan Doa Setelah Sedekah Subuh

Niat merupakan ruh setiap ibadah. Sebelum bersedekah, dianjurkan menghadirkan niat mendekatkan diri kepada Allah, membantu sesama, dan membersihkan hati dari sifat kikir.

Setelah bersedekah, umat Islam bisa membaca doa: "Rabbanā taqabbal minnā innaka antas-samī‘ul-‘alīm" (Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami.

Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).

Doa dari QS Al-Baqarah ayat 127 ini mengandung harapan agar amal diterima Allah SWT.

Sedekah Subuh Bukan Sekadar Uang

Kesalahpahaman yang masih sering terjadi adalah anggapan sedekah harus berupa uang dalam jumlah besar. Padahal, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap kebaikan adalah sedekah.

Senyuman tulus, membantu tetangga, mengajarkan ilmu, hingga menyingkirkan gangguan dari jalan juga termasuk sedekah. Siapa pun bisa mengamalkan sedekah Subuh sesuai kemampuan.

Sedekah Subuh pada hakikatnya melatih hati untuk bersyukur dan peduli kepada sesama.

>>> Telkom Indonesia Buka Suara soal OTT Komisaris Silmy Karim

Umat Islam yang tidak bisa ke masjid tetap bisa melakukannya dari rumah dengan berbagai cara bermanfaat, menjaga keikhlasan dan konsistensi.