Sholat hajat merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan ketika seorang muslim memiliki keinginan atau kebutuhan tertentu.

Setelah melaksanakan dua rakaat sholat hajat, umat Islam dianjurkan untuk tidak langsung beranjak, melainkan melanjutkan dengan dzikir dan doa.

>>> AS Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk Indonesia, Ini Respons Pemerintah

Pada fase inilah seorang hamba menguatkan harapan sekaligus menyerahkan seluruh urusan kepada Allah SWT.

Dalam literatur fikih seperti Al-Adzkar karya Imam Nawawi, dijelaskan bahwa dzikir sebelum doa berfungsi menenangkan hati agar permohonan lebih khusyuk dan penuh keyakinan.

Urutan Dzikir Setelah Sholat Hajat

Setelah salam, dzikir dibaca sebagai bentuk penyucian hati dan pengagungan kepada Allah SWT.

Pertama, membaca istighfar: "Astaghfirullahal 'azhim" (Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung). Istighfar menjadi pembuka utama karena manusia menyadari keterbatasan dan kesalahan yang dimiliki.

Kedua, membaca tasbih: "Subhanallah" (Maha Suci Allah). Tasbih mengingatkan bahwa Allah terbebas dari segala kekurangan.

Ketiga, membaca tahmid: "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah). Tahmid adalah ungkapan syukur atas segala nikmat yang telah diberikan.

Keempat, membaca takbir: "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar). Takbir menegaskan bahwa tidak ada kekuatan yang melebihi Allah SWT.

Kelima, membaca tahlil sebagai penutup dzikir: "La ilaha illallah" (Tidak ada Tuhan selain Allah). Tahlil menjadi puncak pengakuan tauhid.

Salawat dan Doa Setelah Dzikir

Setelah dzikir, dianjurkan membaca salawat sebagai bentuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW: "Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad" (Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad).

Dalam buku Shalawat dan Keutamaannya karya Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad, salawat disebut sebagai salah satu sebab terbukanya pintu terkabulnya doa.