Investor Asing Gencar Jual Saham Indonesia Akibat Sentimen Negatif
Dampak pada Rupiah dan Obligasi
Rupiah menjadi indikator paling nyata dari kekhawatiran pasar.
Mata uang ini melemah sekitar 14% sejak pergantian kepemimpinan dan sempat menembus level 18.000 per dolar AS.
>>> Mendag Budi Santoso Sahkan Aturan Baru untuk Transportasi Online dan OTA
Pasar opsi memproyeksikan kemungkinan penurunan nilai tukar rupiah masih berlanjut.
Terdapat peluang 45% rupiah melemah menuju 19.000 per Desember dan 28% menyentuh 20.000 dalam setahun ke depan.
Tekanan berat juga menjalar ke pasar surat utang negara.
Investor asing telah memangkas kepemilikan obligasi pemerintah Indonesia sebesar Rp86 triliun atau setara US$ 4,8 miliar sejak Agustus lalu.
Obligasi Indonesia mencatat kerugian lebih dari 8% bagi investor berbasis dolar AS sepanjang tahun ini. Performa ini kontras dengan obligasi pasar berkembang yang masih tumbuh 1,6%.
Kekhawatiran pasar bertambah melihat porsi kepemilikan Bank Indonesia atas obligasi pemerintah yang kini mencapai 27%. Angka ini dinilai sangat tinggi untuk ukuran ekonomi berkembang.
"Yang menjadi fokus adalah prospek rupiah yang melemah, serta kekhawatiran tentang ketidakseimbangan makro dan kredibilitas kebijakan fiskal," ujar Gary Tan, manajer portofolio di Allspring Global Investments.
Penurunan tajam turut memukul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok lebih dari 30% tahun ini. Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap potensi penurunan peringkat kredit negara.
MSCI sempat memberikan peringatan terkait peluang penurunan status Indonesia dari pasar berkembang menjadi frontier market. Peringatan tersebut memicu salah satu gelombang penjualan saham terparah dalam beberapa dekade.
Pelaku pasar mempertanyakan kejelasan implementasi kebijakan pemerintah secara menyeluruh. Fokus perhatian tertuju pada kontrol ekspor komoditas, realisasi anggaran, dan efektivitas program pemberantasan korupsi.
"Jika saya tidak bisa mempercayai ‘plumbing’-nya, saya tidak ingin menjadi yang terakhir keluar," ujar Ana Isabel Gonzalez Encinas, Chief Investment Officer di Farringdon Asset Management, Singapura.
Kendati demikian, beberapa investor masih melihat prospek positif jangka panjang bagi Indonesia.
Fondasi ekonomi tumbuh di atas 5%, rasio utang pemerintah rendah, dan posisi negara strategis dalam rantai pasok nikel global.
Pasar saat ini membutuhkan kepastian kebijakan fiskal, independensi bank sentral, serta transparansi operasional Danantara. Keberhasilan pemerintah mengembalikan prediktabilitas kebijakan akan menjadi kunci menarik kembali modal asing.
>>> BPI Danantara Pastikan Kontrak Ekspor SDA Tetap Berlaku
"Pemerintah butuh mitra para pemegang obligasi. Sampai itu tercapai, strategi ‘jual Indonesia’ tetap berlaku," tutup Boubouras.
Update Terbaru
AI Canggih Gagal Total di Tugas Kantor Nyata
Rabu / 22-07-2026, 04:29 WIB
VP Engineering Xbox Mundur Dua Bulan Setelah Ditunjuk CEO Asha Sharma
Rabu / 22-07-2026, 04:28 WIB
DC Konfirmasi Clayface di Creature Commandos dan Film Horor adalah Karakter yang Sama
Rabu / 22-07-2026, 04:28 WIB
OVA Minky Momo Terbaru Rilis Video, Visual, dan Cast
Rabu / 22-07-2026, 04:28 WIB
Netflix Rilis Serial Live-Action Baru GTO: Great Teacher Onizuka
Rabu / 22-07-2026, 04:28 WIB
VOYA Luncurkan Dua Varian Sirup Floral Baru di FHI 2026
Rabu / 22-07-2026, 04:24 WIB
FHI 2026 Resmi Dibuka, Dorong Investasi dan Perdagangan Industri Makanan-Hospitality
Rabu / 22-07-2026, 04:24 WIB
Cara Menonton Galaxy Unpacked Samsung: Lipat, Jam Tangan, dan Lainnya
Rabu / 22-07-2026, 04:24 WIB
Kindle Paperwhite Signature Edition Turun Harga ke Level Terendah
Rabu / 22-07-2026, 04:22 WIB
Polisi di Long Branch Ditikam di Kepala Saat Tangani KDRT
Rabu / 22-07-2026, 04:22 WIB
Video: Tersangka Bersenjata Tembaki Polisi LAPD Sebelum Ditembak
Rabu / 22-07-2026, 04:21 WIB
Tyrese Haliburton dan Jade Jones Resmi Menikah di Pengadilan
Rabu / 22-07-2026, 04:21 WIB
Mark Henry Dukung Tom Brady Vs Logan Paul di WWE
Rabu / 22-07-2026, 04:21 WIB
Jennifer Aniston Mundur dari Adaptasi TV 'Glad My Mom Died'
Rabu / 22-07-2026, 04:21 WIB







