Sementara itu, Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly mengatakan bahwa arah suku bunga AS akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi ke depan.

Menurut Daly, kebijakan moneter saat ini "berada dalam posisi yang baik", dan The Fed siap merespons "ke kedua arah" sesuai kondisi ekonomi.

Meskipun emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga umumnya menjadi faktor negatif bagi logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang 51% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, kemungkinan pada Desember 2026.

Fokus investor selanjutnya tertuju pada data ketenagakerjaan nonfarm payrolls AS untuk Mei yang dirilis pada hari yang sama.

>>> Manfaat Lapisan Putih Anggur dan Efek Minum Air Kelapa

Tekanan juga melanda logam mulia lainnya: harga perak spot turun 1,4% menjadi US$ 72,89 per ons troi, platinum melemah 1,1% ke US$ 1.878,68, dan palladium turun 1,7% menjadi US$ 1.298,45.