Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza secara resmi membuka pameran konstruksi dan properti terintegrasi Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Pembukaan dihadiri ratusan tamu undangan dari jajaran pemerintahan, asosiasi industri, dan pelaku usaha.

>>> Harga DDR5 Melonjak, Vendor Genjot Produksi Motherboard DDR4

Ribuan pengunjung profesional seperti arsitek, kontraktor, desainer interior, pengembang properti, dan investor langsung memadati Hall 5, 6, dan 7 sejak hari pertama.

Pameran yang mengusung konsep terintegrasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 7 Juni 2026. Pemerintah menilai kolaborasi lintas sektor dalam acara tiga-dalam-satu ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi.

Dukungan Kapasitas Industri Keramik Nasional

Faisol Riza menyebutkan bahwa kapasitas terpasang ubin keramik nasional mencapai 650 juta meter persegi.

Ia optimistis sektor ini siap bertransformasi menjadi industri hijau yang berdaya saing tinggi di pasar internasional.

"Penyelenggaraan Keramika Indonesia Expo ke-11, Megabuild, dan Megaproperty 2026 menjadi momentum krusial bagi kebangkitan industri nasional menuju posisi empat besar produsen global," ujar Faisol Riza dalam sambutannya.

Usai memberikan sambutan, ia memimpin sesi VIP Booth Tour untuk meninjau kesiapan teknologi manufaktur serta proyek properti.

Pameran B2B2C ini menghadirkan tiga pilar utama: Megabuild 2026 sebagai pusat inovasi bahan bangunan, Keramika Indonesia 2026 untuk teknologi ubin keramik, dan Megaproperty Expo 2026 yang mempertemukan pengembang dengan investor.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto menegaskan bahwa ajang ini menjadi etalase kebanggaan industri keramik nasional.

>>> Asal-usul Nama Desa Jambi di Nganjuk, Terkait Pasukan Sriwijaya

"Kami ingin membuktikan bahwa kualitas, desain, dan teknologi pabrikan lokal siap bersaing di pasar global," katanya.