Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Wisma Danantara, Jakarta Selatan, pada Kamis (4/6/2026).

Kunjungan ini bertujuan memantau perkembangan berbagai program prioritas nasional yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

>>> Harga Emas Dunia Turun Menuju Kerugian Mingguan Akibat Ketegangan Geopolitik

Fokus pemantauan meliputi agenda hilirisasi, industrialisasi, serta penguasaan teknologi strategis.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa kunjungan Kepala Negara ke kantor BPI Danantara merupakan agenda rutin.

"Danantara sebagai sovereign wealth fund kita yang menjalankan program-program prioritas, termasuk hilirisasi dan industrialisasi, secara rutin beliau (Presiden Prabowo) memang sering berkunjung ke Danantara," kata Prasetyo di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, jajaran direksi Danantara menyampaikan laporan berkala mengenai kebutuhan pengembangan teknologi terkini.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global, termasuk penjajakan kerja sama di bidang robotik.

>>> Daftar 38 Titik SPKLU di Medan Tahun 2026, Lengkap dengan Tipe Daya

"Hari ini tadi memang ada laporan berkenaan dengan masalah teknologi, berkenaan dengan masalah kerja sama robotik," ucap Prasetyo.

Selain sektor teknologi robotik, koordinasi ini juga menyasar sektor pendidikan, utamanya penguatan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Pemerintah memproyeksikan pengembangan kurikulum STEM sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang siap pakai.

"Bagaimana kerja sama pendidikan, terutama STEM dalam rangka mempercepat penguasaan teknologi yang kita perlukan untuk kepentingan bangsa kita," pungkas Prasetyo.

Sinergi multisektoral ini diharapkan dapat mempercepat kemandirian teknologi Indonesia.

>>> Review MG S5 EV: SUV Listrik Modern yang Nyaman untuk Harian

Pemerintah menargetkan kolaborasi ini mampu menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang melalui penguatan kapasitas industri domestik.