Ribuan Desa Masih Blank Spot, Satelit LEO Jadi Solusi Internet Indonesia
Kesenjangan akses internet masih menjadi tantangan besar dalam transformasi digital Indonesia.
Pemerintah mulai mengandalkan teknologi satelit generasi baru sebagai solusi untuk mempercepat pemerataan konektivitas nasional.
>>> 54 Kode Redeem FF Terbaru 5 Juni 2026: Event Battle Bola Hadirkan M1014 Green Flame Draco
Salah satu teknologi yang dinilai paling menjanjikan adalah satelit Non-Geostationary Satellite Orbit (NGSO), termasuk Low Earth Orbit (LEO).
Satelit LEO mampu menghadirkan akses internet ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau BTS maupun jaringan serat optik.
Tidak Semua Wilayah Bisa Dibangun BTS
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, kawasan pegunungan, hingga daerah terpencil membutuhkan pendekatan berbeda.
"Teknologi satelit Non-Geostationary Orbit, khususnya satelit Low Earth Orbit menawarkan solusi dengan manfaat yang sesuai dengan yang kita inginkan," ujar Nezar dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2026).
Menurut Nezar, pembangunan Base Transceiver Station (BTS) tidak selalu menjadi solusi yang efektif untuk seluruh wilayah Indonesia.
Faktor topografi dan biaya investasi sering kali menjadi kendala utama dalam memperluas jangkauan jaringan telekomunikasi.
>>> 7 Cara Mengatasi Layar HP Tidak Bergerak Saat Disentuh Tanpa ke Servis
"Tidak semua tempat bisa dibangun BTS karena topografinya tidak memungkinkan.
Jadi coba diterobos dengan cara lain, misalnya pakai kabel serat optik, atau LEO saya kira menjadi salah satu solusi," jelasnya.
Teknologi satelit orbit rendah tersebut dinilai mampu menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum layak secara komersial bagi operator telekomunikasi.
Jadi Andalan Saat Bencana Melanda
Selain mendukung pemerataan internet, satelit LEO juga dinilai memiliki peran strategis dalam situasi darurat dan bencana alam.
Ketika jaringan komunikasi terestrial mengalami gangguan atau terputus akibat bencana, konektivitas berbasis satelit dapat menjadi jalur komunikasi utama untuk mendukung koordinasi penanganan darurat.
"Saya kira LEO sangat spesifik dan krusial perannya. Hal itu terbukti saat bencana kemarin bagaimana ketika komunikasi terputus di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar.
>>> Acer Luncurkan Laptop Bisnis TravelMate Berbasis AI di Computex 2026
Konektivitas yang memungkinkan di daerah-daerah itu hanya dengan LEO," ungkap Nezar.
Update Terbaru
Liverpool Resmi Tunjuk Andoni Iraola sebagai Manajer Baru
Jumat / 05-06-2026, 09:32 WIB
AAJI Catat Pendapatan Premi Tunggal Asuransi Jiwa Naik 7,4 Persen
Jumat / 05-06-2026, 09:32 WIB
Niven Hopkins Bagikan Kisah Alami Gagal Ginjal Stadium Akhir di Usia Muda
Jumat / 05-06-2026, 09:31 WIB
Kementerian Kehutanan Terapkan Digitalisasi untuk Batasi Kuota Pendaki Gunung
Jumat / 05-06-2026, 09:29 WIB
IHSG Dibuka Menguat 6,7 Poin di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Jumat / 05-06-2026, 09:29 WIB
Brian Uriarte Janji Tampil Habis-habisan di Balaton Park
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
IHSG Rebound ke 5.844,661 pada 5 Juni 2026, Disokong Sektor Barang Baku
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
Pemerintah Berpotensi Naikkan Porsi DMO Batu Bara Menjadi 30 Persen
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
Jepang Usulkan Pembangunan Kembali Reaktor Nuklir untuk Pasokan Listrik
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
Dolar AS Sentuh Rp 18.000 pada Pembukaan Perdagangan 5 Juni 2026
Jumat / 05-06-2026, 09:28 WIB
Uji Karakter Berkendara SUV Listrik Xpeng G6 di Berbagai Kondisi Jalan
Jumat / 05-06-2026, 09:27 WIB
IHSG Dibuka Menguat 6,7 Poin di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Jumat / 05-06-2026, 09:27 WIB
Rupiah Melemah ke Rp18.074 per Dolar AS, Terburuk di Asia
Jumat / 05-06-2026, 09:26 WIB
IHSG 5 Juni 2026 Dibuka Melemah ke Level 5.833,93 Tertekan Saham Big Caps
Jumat / 05-06-2026, 09:25 WIB






