Pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, resmi didiskualifikasi dari hasil balapan Moto3 GP Catalunya 2026.

Keputusan ini membawa dampak positif bagi pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama.

>>> Bursa Saham Asia Diprediksi Melemah Akibat Koreksi Sektor AI

Hukuman diskualifikasi dijatuhkan setelah ditemukan pelanggaran regulasi teknis. Sanksi ini berkaitan dengan penyalahgunaan bahan pelumas atau oli pada motor yang dikendarai pembalap asal Spanyol tersebut.

Tim Steward FIM MotoGP mendeteksi keberadaan komponen oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi resmi.

Temuan ini didapatkan saat pergelaran seri balapan Moto3 GP Catalunya yang berlangsung pada 17 Mei silam.

Kendati pengumuman resmi baru dirilis pasca-balapan Moto3 Italia, sanksi penalti tetap diberlakukan secara surut untuk hasil balapan di Catalunya.

Dampak hukuman ini membuat Brian Uriarte kehilangan posisi finis keempat sekaligus menghapus 13 poin berharga yang didapatkannya.

Pihak FIM menegaskan kembali komitmen regulasi mengenai keseragaman pelumas untuk seluruh kontestan. Otoritas balap mewajibkan setiap tim mematuhi aturan penggunaan oli standar tanpa melakukan modifikasi atau substitusi mandiri.

"Pemakaian oli resmi tanpa penambahan atau penggantian wajib dilakukan," tulis Steward FIM MotoGP dalam pernyataannya pada Kamis (4/6).

"Direktur Teknis mungkin memerlukan sampel oli untuk diambil dari tim atau mesin manapun sewaktu-waktu," imbuhnya.

Pemberlakuan sanksi diskualifikasi terhadap Brian Uriarte otomatis mengubah tatanan hasil balapan Moto3 GP Catalunya 2026.

Perubahan hasil ini memberikan keuntungan bagi pembalap andalan Honda Team Asia, Veda Ega Pratama.

>>> Kevin Diks Siap Mentori Matthew Baker di Timnas Indonesia

Pada jalannya balapan di Catalunya, Veda Ega Pratama sejatinya menyentuh garis finis pada urutan kedelapan.