Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, menghadapi tantangan besar dalam mengelola ego tinggi Kylian Mbappe. Hal ini diperlukan untuk mempertahankan ambisi meraih gelar juara pada Piala Dunia 2026.

Sikap individualistis dan keengganan bintang Real Madrid tersebut dalam melakukan pressing dinilai dapat menjadi bom waktu. Hal itu mengancam kekompakan skuad Les Bleus.

>>> Timnas Spanyol Imbangi Irak 1-1 dalam Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026

Berdasarkan laporan vietnam. vn pada 3 Juni 2026, prestasi pribadi Mbappe dinilai stagnan dalam delapan tahun terakhir.

Ia belum mengoleksi gelar Liga Champions maupun Ballon d'Or.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Ousmane Dembele. Dembele telah memenangkan dua trofi Liga Champions dan kini menjadi kandidat kuat peraih Ballon d'Or.

Dembele membawa Paris Saint-Germain tampil sebagai tim dengan skema pressing terbaik di Eropa. Sementara itu, mantan pelatih Mbappe di level klub memberikan teguran keras.

>>> PB Akuatik Indonesia Genjot Persiapan Loncat Indah untuk Asian Games 2026

"Kamu suka Michael Jordan, kan? Jordan berjuang dan membela seperti orang gila untuk rekan setimnya.

Pertama, kamu harus memberi contoh!" kata Luis Enrique, pelatih sepak bola.

Meskipun performa individunya tetap tajam dengan catatan 25 gol di La Liga bersama Real Madrid musim ini, gaya main Mbappe dinilai kontras.

Filosofi disiplin Deschamps menjadi sorotan.

>>> Maja Chwalinska ke Final Roland Garros 2026, Hadiah 1,4 Juta Euro

Kehadiran pemain bintang lain seperti Dembele dan Michael Olise di skuad kini menguji ketegasan Deschamps. Manajemen ruang ganti harus mencegah benturan ego demi mencapai puncak dunia.