"Tapi basically fundamental rupiah berada di bawah level yang sekarang, lebih kuat dari yang sekarang," kata Purbaya.

Terkait koordinasi KSSK, situasi saat ini dinilai belum memerlukan tindakan darurat karena Bank Indonesia dianggap masih mampu mengendalikan stabilitas nilai tukar.

"Mungkin Rp8 triliun lebih, yang di obligasi ya. Tapi itu yang gak boleh diomongin ya, enggak apa-apa biar Anda tahu saya intervensi sedikit," ujar Purbaya.

Berdasarkan data pasar pada perdagangan Kamis (4/6/2026), rupiah ditutup melemah 82 poin ke posisi Rp18.049 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.966 per dolar AS.

"Anda ngelihat saya panik? Enggak, pada dasarnya BI masih menjalankan kegiatan yang baik dan semuanya masih di bawah kendali mereka.

>>> Istana Bantah Isu Reshuffle Kabinet Terkait Menteri Keuangan

Saya serahkan rupiah ke mereka," ujar Purbaya.