Indonesia dan Malaysia menegaskan komitmen strategis untuk mempererat hubungan bilateral dalam pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-17 di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan.

>>> Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan Indonesia Masuk Katering Arab Saudi

JCBC ke-17 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan menjajaki peluang baru kerja sama kedua negara serumpun.

Forum ini merupakan tindak lanjut komitmen konsultasi bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Juli 2025.

JCBC kembali berjalan setelah vakum sejak pertemuan terakhir pada 2018.

Dialog Mencakup Ekonomi hingga Perlindungan Warga

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa dialog mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari penguatan ekonomi hingga perlindungan warga negara.

>>> Pemerintah Hormati Proses Hukum KPK dan Kejagung Terkait Korupsi Pejabat

"Indonesia dan Malaysia sepakat untuk terus memperkuat koordinasi demi meningkatkan kerja sama yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat di kedua negara," ujar Sugiono.

Delegasi kedua negara juga membahas stabilitas kawasan serta kontribusi bersama dalam menjaga perdamaian dunia melalui kedekatan historis, budaya, dan bahasa.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyambut baik penyelenggaraan forum ini dan optimistis dialog intensif dapat mengurai berbagai hambatan hubungan bilateral.

"Hubungan antarnegara bertetangga kadang-kadang masih ada simpul yang terikat, dan melalui mekanisme ini, kami berkomitmen untuk menguraikannya satu per satu," tegas Mohamad Hasan.

>>> FIFA Siapkan Hadiah Rp 15,5 Triliun untuk Piala Dunia 2026

Kembalinya dialog rutin ini diharapkan membuat hubungan kedua negara lebih adaptif merespons tantangan global sekaligus menjadi jangkar stabilitas bagi kawasan Asia Tenggara.