Manchester City mempertimbangkan langkah hukum terhadap kandidat presiden Real Madrid, Enrique Riquelme. Langkah ini menyusul klaim Riquelme di acara televisi Spanyol El Hormiguero pada Rabu (3/6) malam.

Dalam acara tersebut, Riquelme memamerkan jersey Real Madrid bernama Erling Haaland. Ia mengklaim striker Manchester City itu memiliki klausul pelepasan dan berniat pindah ke Spanyol.

>>> Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Kuat di Tengah Tekanan Rupiah

Pihak Manchester City langsung merespons dengan bantahan resmi pada Kamis pagi. Juara bertahan Liga Inggris itu menegaskan rumor transfer tersebut tidak memiliki dasar kontraktual yang sah.

"The stories which have emerged from Spain regarding the future of Erling Haaland are untrue," kata juru bicara Manchester City.

Klub juga menegaskan tidak ada peluang bagi transfer tersebut terwujud dalam waktu dekat.

Manajemen City kini tengah mendiskusikan penanganan masalah ini secara hukum dengan tim pengacara mereka.

"There is no chance of this happening and there is no contractual clause to enable it," kata juru bicara Manchester City.

Klub merasa keberatan dengan tindakan sepihak yang memanfaatkan komoditas visual pemain mereka tanpa izin.

Langkah hukum ini diambil untuk melindungi hak komersial dan fokus konsentrasi sang penyerang di Manchester.

"We are considering legal action for the use of our player image in this context," kata juru bicara Manchester City.

Klaim Riquelme soal Rodri

Selain Haaland, Riquelme juga menjanjikan kedatangan gelandang City lainnya, Rodri, yang kontraknya akan habis musim panas mendatang.

Ia sesumbar akan melakukan segala cara untuk memperkuat lini tengah Real Madrid dengan pemenang Ballon d'Or tersebut.

"He is a great player, in a position where Madrid need to strengthen," kata Enrique Riquelme. Riquelme menyatakan bahwa komunikasi awal telah dijalin dengan perwakilan sang pemain.