Pemain yang berbasis di Abu Dhabi ini menyampaikan pandangannya mengenai turnamen ini dalam bahasa Farsi.

"Memang benar bahwa kami sedang menghadapi situasi khusus saat ini, tapi kami adalah pemain sepak bola dan kami harus bermain, berlatih, dan mempersiapkan diri untuk kompetisi yang ada di depan kami," kata Ghorbani.

"Di sisi lain, kami tahu bahwa rakyat kami telah melewati banyak kesulitan selama perang, dan kami pergi ke sana untuk mereka, untuk meraih hasil terbaik demi kebahagiaan mereka dan kebahagiaan rakyat negara kami."

Ghorbani juga menyoroti nilai kesatuan yang kuat di dalam internal skuad Iran saat ini.

"Pesan terbaik yang bisa saya berikan sekarang adalah bahwa tim Iran menunjukkan apa artinya menjadi satu tim.

Kami menunjukkan bahwa kami adalah satu tim di bawah satu bendera yang bisa membawa kegembiraan bagi seluruh negeri kami, dan menunjukkan kekuatan pemain Iran serta rakyat Iran kepada dunia," ujarnya.

Pakar politik olahraga internasional dari Pacific University, Profesor Jules Boykoff, menilai momentum ini tidak memiliki preseden historis.

"Dari sisi sepak bola," kata Boykoff, "ini membawa kita ke wilayah yang belum pernah dipetakan sebelumnya."

>>> Veda Ega Pratama Tempel Ketat Brian Uriarte di Klasemen Rookie Moto3 2026

Otoritas Los Angeles memastikan tidak ada pengerahan ICE di stadion, tetapi keamanan ekstra tetap disiapkan demi mengawal pertandingan timnas Iran.