Pemain yang kini berkarier di Dubai tersebut tetap berkomitmen penuh untuk tampil maksimal di turnamen ini.

"Kami perlu menjernihkan pikiran dan menjaga kesegaran karena tugas kami adalah berjuang untuk rakyat kami, mewakili negara kami, dan menunjukkan seberapa baik kami," tegasnya.

Hambatan Visa dan Perubahan Lokasi Latihan

Langkah Iran menuju Piala Dunia menghadapi hambatan logistik yang besar akibat pemberlakuan kembali aturan perjalanan era Trump.

Tingkat persetujuan visa untuk warga negara Iran diperkirakan berada di bawah 15 persen.

Kondisi ini memaksa sejumlah pemain pergi ke Ankara untuk mengurus visa di Kedutaan Besar AS.

>>> Jorge Martinez Aspar Isyaratkan Holgado dan Alonso Naik ke MotoGP 2027

Masalah administrasi ini membuat Iran memindahkan basis latihan dari Tucson, Arizona ke Tijuana di perbatasan Meksiko-California.

Tim dijadwalkan bertolak ke Meksiko akhir pekan ini setelah mendapatkan visa dari Kedutaan Besar Meksiko di Ankara.

Dua laga awal Iran akan digelar di SoFi Stadium, Los Angeles, melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni.

Pertandingan ketiga melawan Mesir bakal berlangsung di Seattle pada 26 Juni. Los Angeles dikenal memiliki komunitas diaspora Iran yang besar dan mayoritas berada di jalur oposisi pemerintah.

"Jadi tentu saja kami berharap akan ada banyak pendukung dalam laga-laga kami di stadion," kata Ezatolahi. "Dan ini akan menjadi tekanan besar bagi kami karena ekspektasinya akan tinggi.

Saya hanya berharap kami bisa membuat mereka bangga dan menunjukkan bahwa orang-orang Iran siap menghadapi setiap pekerjaan berat di dunia."

Semangat Pemain Muda dan Pandangan Sejarah

Mohammad Ghorbani yang berusia 24 tahun akan menjalani debut Piala Dunia dalam situasi yang tidak biasa.