Igor Tolic resmi mengambil alih kursi pelatih Persib Bandung setelah Bojan Hodak mundur karena alasan kesehatan dan keluarga.

Tugas berat menanti pelatih asal Kroasia berusia 48 tahun itu.

>>> Vidio Siarkan Langsung Indonesia vs Oman di Garuda Championship 5 Juni 2026

Hodak meninggalkan warisan tiga gelar juara domestik beruntun alias hattrick, plus membawa Persib ke Babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/2026.

Kini Tolic harus melanjutkan estafet kesuksesan tersebut.

Analisis Pengamat: Beban Berat, Tapi Transisi Smooth

Pengamat sepak bola Tommy Welly, atau Towel, menilai tanggung jawab Tolic sangat besar. "Berat.

Menangani tim sekelas Persib, apalagi dengan warisan hattrick, itu pasti berat," ujarnya di kanal YouTube HEAD to HEAD.

Namun, Towel menilai transisi ini cukup mulus karena Tolic sudah menjadi bagian dari kesuksesan Persib. "Igor Tolic adalah estafet yang smooth," katanya.

Langkah awal Tolic adalah merombak komposisi tim, terutama pemain asing. Persib butuh kedalaman skuad untuk bersaing di kompetisi domestik dan Asia.

>>> Persis Solo Mulai Seleksi Pemain dan Pelatih untuk Musim Depan

Towel mencontohkan beberapa pemain asing berkualitas seperti Mariano Peralta, Juan Felipe Villa, dan Maxwell Souza. Menurutnya, regulasi pemain asing perlu diperhatikan agar kualitas liga meningkat.

Tantangan dari Rival dan Internal Tim

Persib tidak hanya menghadapi tekanan dari warisan gelar, tetapi juga rival yang terus berbenah.

Persija Jakarta memiliki motivasi ekstra menyambut 500 tahun Jakarta, sementara Persebaya Surabaya berambisi mengakhiri puasa gelar.

"Tim-tim lain tidak akan memberi mudah buat Persib," kata Towel. Ia menambahkan bahwa Persija dan Persebaya akan menjadi ancaman serius musim depan.

Ujian terbesar justru datang dari internal: menjaga motivasi dan rasa lapar akan gelar.

Towel menyebut tantangan Tolic adalah memelihara "need for achievement" tim agar tetap konsisten seperti saat meraih hattrick.

>>> Real Madrid Incar Calafiori dan Siapkan Restrukturisasi Skuad di Bawah Mourinho

"Ini persoalan mengelola manusia, bukan robot. Mampu enggak Igor Tolic mengatasi itu, memelihara rasa lapar para pemain, dirinya, juga klubnya," tutup Towel.