Jaringan diler dan bengkel resmi Toyota, Auto2000, melakukan penyesuaian harga pada sejumlah suku cadang. Langkah ini dipicu oleh lonjakan biaya produksi dan distribusi yang terus meningkat.

Keputusan tersebut diumumkan di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sempat melemah hingga Rp 18.015 per dolar AS.

>>> BYD M6 Kuasai Pasar MPV Listrik Indonesia, Terjual 4.820 Unit

Namun, faktor lain juga turut berperan.

Faktor Pemicu Kompleks

Menurut CEO Auto2000 Anton Jimmi Suwandy, kenaikan harga suku cadang tidak semata-mata karena kurs. Biaya-biaya produksi sudah naik sejak tahun lalu dan dipercepat oleh konflik global.

Konflik tersebut menyebabkan kesulitan dalam mencari sumber bahan baku. Salah satu material yang terdampak signifikan adalah plastik, yang banyak digunakan pada komponen mobil modern.

"Bagian dari mobil modern banyak memanfaatkan bahan tersebut, termasuk misalnya plastik. Bahkan tempat olinya juga dari plastik," ujar Anton.

Upaya Efisiensi Internal

Untuk menekan pembengkakan biaya, Auto2000 menerapkan metode baru di bengkel. Misalnya, mengganti wadah plastik dengan drum untuk beberapa kebutuhan.

>>> Kenaikan Harga Solar Tunda Pembelian Fortuner dan Innova Diesel

Perusahaan juga melakukan efisiensi di berbagai lini operasional, termasuk tenaga kerja dan proses. Hal ini agar beban biaya tidak sepenuhnya dialihkan ke pelanggan.

"Jadi banyak cara kita lakukan baik dari sisi efisiensi tenaga manusia, efisiensi dari proses, produk kita lakukan," kata Anton.

Auto2000 berkomitmen menjaga kenaikan harga dalam batas wajar. Komponen perawatan rutin seperti oli dan filter menjadi prioritas untuk dipertahankan harganya.

"Yang umum digunakan oleh masyarakat kan oli, filter. Nah ini yang kita jaga," ujar Anton.

>>> Skoda Peaq Siap Lawan Kia EV9 dengan Jarak Tempuh 600 Km

Sementara itu, komponen yang jarang diganti akan mengalami penyesuaian lebih dinamis.