Chelsea menelan kekalahan keenam berturut-turut di Premier League setelah dikalahkan Nottingham Forest dengan skor 1-3 di Stamford Bridge, Senin (4/5/2026).

Hasil ini menjadi rekor terburuk klub dalam 33 tahun terakhir sejak musim 1993-94.

>>> Knicks Andalkan Pertahanan Berlapis untuk Redam Wembanyama di Final NBA

Krisis Chelsea Tanpa Tanda Membaik

Kelemahan mendasar terlihat di seluruh lini. Lini depan tumpul, lini tengah mudah ditembus, dan pertahanan rapuh.

Nottingham Forest justru tampil dominan meskipun melakukan rotasi pada delapan pemain. Gol ketiga Taiwo Awoniyi pada menit ke-52 memicu kemarahan suporter tuan rumah.

Suporter meluapkan kekecewaan melalui sorakan keras kepada pemilik klub asal Amerika Serikat.

Investasi besar lebih dari £1 miliar untuk belanja pemain baru sejak akuisisi empat tahun lalu belum membuahkan hasil.

Pelatih interim Calum McFarlane belum mampu mengangkat performa tim. Sebelumnya, Liam Rosenior dipecat hanya tiga bulan setelah ditunjuk menggantikan Enzo Maresca.

>>> Final NBA 2026: Spurs vs Knicks, Perebutan Gelar Juara

Chelsea masih aman dari degradasi, tetapi hanya unggul lima poin dari Leeds United di peringkat ke-14. Posisi ke-14 merupakan finis terburuk klub pada musim 1993-94.

Satu-satunya peluang trofi tersisa di final FA Cup melawan Manchester City pada 16 Mei.

Namun, kegagalan lolos ke kompetisi Eropa musim depan akan memperberat keuangan setelah mencatat kerugian tahunan sebesar £262,4 juta.

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menilai masalah Chelsea bukan sekadar taktis. "Sepak bola bukan hanya soal belanja pemain.

>>> ABC Siarkan Seluruh Final NBA 2026 Spurs vs Knicks

Yang terpenting adalah kebersamaan, dan saat ini itu tidak terlihat di Chelsea. Mereka seperti klub yang rusak," ujarnya.