Para Minions akan segera kembali ke layar lebar melalui film terbaru berjudul Minions & Monsters.

Karakter kuning dari waralaba Despicable Me ini selalu berhasil mencuri perhatian dengan gaya bicara yang unik.

Bahasa yang mereka gunakan sering disebut Minionese atau Bahasa Banana. Meski terdengar seperti celoteh, dialog mereka dirancang secara taktis untuk kepentingan sinematik agar terdengar ekspresif.

Kosa Kata Populer dalam Bahasa Minion

Secara teknis, bahasa Minion tidak memiliki struktur tata bahasa yang baku. Karakternya digerakkan dengan metode polyglot yang menggabungkan potongan kosakata dari berbagai bahasa internasional.

Para kreator mengambil inspirasi dari bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Jepang, hingga Indonesia. Kata-kata tersebut disesuaikan dengan melodi serta penekanan emosi yang dibutuhkan dalam sebuah adegan.

Berikut beberapa kata ikonik dalam kamus bahasa Minion:

  • Bello: berarti "Halo", diadaptasi dari kata "Hello" dalam bahasa Inggris.
  • Poopaye: berarti "Selamat tinggal", diambil dari kata "Goodbye".
  • Tank yu: ucapan "Terima kasih", plesetan dari "Thank you".
  • Tulaliloo ti amo: ungkapan "Aku mencintaimu", gabungan kata buatan dan "Ti amo" dari bahasa Italia.
  • Para tu: berarti "Untukmu", diambil dari frasa bahasa Spanyol.
  • Gelato: merujuk pada "Es krim", dari bahasa Italia.
  • Kanpai: ucapan "Bersulang", diserap dari bahasa Jepang.
  • Baboi: kata untuk menyebut "Mainan" atau "Boneka".
  • Muak muak muak: onomatope untuk menggambarkan "Ciuman".

Kosakata di atas dirancang agar terdengar akrab di telinga penonton global. Kata-kata sederhana ini membantu penonton memahami konteks cerita meski tanpa terjemahan formal.

Unsur Bahasa Indonesia dalam Dialog Minion

Menariknya, beberapa istilah kuliner Indonesia sempat muncul dalam film Minions: The Rise of Gru.

Penonton bisa mendengar mereka menyebut nasi goreng, kecap manis, soto ayam, hingga ucapan terima kasih.