Pada 19 Desember 1983, pencuri membobol lemari kaca antipeluru dengan merusak bagian belakang yang berbahan kayu.

Hingga kini, trofi asli yang hilang di Brasil tidak pernah ditemukan. Banyak pihak menduga pencuri meleburnya menjadi batangan emas untuk menghilangkan jejak.

Teori peleburan emas kuat, tetapi tidak bisa dibuktikan secara forensik. Hilangnya barang bukti membuat kasus ini tetap menjadi misteri.

Trofi Pengganti di Era Modern

Akibat hilangnya piala asli, CBF terpaksa membuat replika Trofi Jules Rimet untuk dipajang. Hal ini untuk mengenang kejayaan sepak bola Brasil.

Di sisi lain, FIFA memperkenalkan desain baru yang dikenal sebagai FIFA World Cup Trophy sejak 1974. Desain ini memiliki filosofi berbeda dan aturan kepemilikan lebih ketat.

Perbedaan mendasar antara trofi lama dan baru: Trofi Jules Rimet bergambar Dewi Nike memegang cawan, berbahan perak berlapis emas dan lapis lazuli, bisa dimiliki permanen jika menang 3 kali, dan trofi asli diserahkan.

FIFA World Cup Trophy bergambar dua figur manusia menyangga dunia, berbahan emas murni 18 karat dan malakit, tidak boleh dimiliki permanen, dan pemenang mendapat replika berlapis emas.

Aturan baru memastikan trofi asli tetap di tangan FIFA selamanya.

>>> Belanda Takluk dari Aljazair, Van Dijk Murka Jelang Piala Dunia 2026

Kisah Trofi Jules Rimet tetap menjadi bagian romansa awal sepak bola modern. Ia bukan hanya piala, melainkan salah satu misteri kriminal terbesar dalam olahraga yang terus dikenang.