Manajemen Ducati Lenovo menunjukkan sikap suportif terhadap kondisi Marc Marquez di MotoGP 2026. Davide Tardozzi, Manajer Tim, menyadari pembalapnya membutuhkan waktu ekstra untuk kembali ke performa puncak.

Keputusan bersabar diambil setelah Marquez menjalani pemulihan fisik berat akibat cedera lama. Tim tidak ingin memberikan tekanan berlebih agar proses pemulihan maksimal.

Kendala Fisik dan Operasi Bedah

Masalah kebugaran Marquez bermula dari insiden di MotoGP Mandalika 2025. Cedera bahu kanannya memerlukan penanganan medis lebih serius dari perkiraan.

Pemeriksaan medis menunjukkan pergeseran posisi sekrup di bahu yang mengganggu mobilitas. Hal ini menjadi penyebab utama Marquez sulit tampil kompetitif di awal musim 2026.

Kondisi fisik membatasi ruang geraknya, terutama saat menikung ke kanan. Dalam enam seri pembuka, ia gagal meraih podium atau kemenangan karena rasa tidak nyaman pada lengan.

  • Sumber cedera utama: kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025
  • Masalah medis: sekrup bergeser menghambat pergerakan bahu kanan
  • Waktu operasi: 10 Mei 2026
  • Dampak performa: kesulitan manuver ke kanan di enam balapan awal
  • Pencapaian: belum ada podium atau kemenangan di seri pembuka

Setelah operasi pada pertengahan Mei, fokus Marquez adalah mengembalikan kekuatan fisik. Ia berambisi membuktikan diri masih sebagai penantang gelar.

Kembalinya Sang Pejuang di MotoGP Italia 2026

Banyak pihak meragukan Marquez bisa segera kembali di MotoGP Italia (29-31 Mei 2026). Namun, jiwa petarungnya membuat ia mendapatkan izin medis untuk turun di Mugello.

Meski belum tampil meledak-ledak, Marquez menunjukkan progres positif selama akhir pekan balap. Ia sempat memimpin sesi Sprint Race meski kondisi fisik belum bugar sepenuhnya.

Pada balapan utama, pembalap nomor 93 finis di posisi ketujuh. Hasil itu dinilai memuaskan mengingat ia baru melewati masa pemulihan pascaoperasi yang singkat.