Dunia MotoGP kembali diguncang insiden dramatis di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Kecelakaan beruntun yang melibatkan Johann Zarco pada 17 Mei 2026 memicu desakan perubahan desain tikungan pertama.

Para pembalap secara kolektif meminta pengelola sirkuit segera merevisi titik start di Tikungan 1. Tuntutan ini muncul untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa yang mengancam keselamatan.

>>> Timnas Putri Indonesia Kalah 0-2 dari Singapura, Pelatih Minta Maaf

Tikungan 1: Zona Berbahaya yang Sudah Lama Dikenal

Tikungan 1 Sirkuit Barcelona memang sudah lama dikenal sebagai area berisiko tinggi. Sejak 2023, titik pengereman ini kerap menjadi lokasi kecelakaan massal.

Pada 2023, Takaaki Nakagami terlibat insiden besar di area tersebut. Setahun kemudian, Enea Bastianini menjadi korban keganasan jalur pengereman yang ekstrem.

Kini giliran Johann Zarco yang mengalami kecelakaan horor saat restart setelah bendera merah pertama. Ia bertabrakan dengan Pecco Bagnaia dan Luca Marini di kecepatan tinggi.

Zarco sempat tersangkut di roda belakang motor Ducati Bagnaia. Kaki kirinya terjepit di bagian mekanis motor selama beberapa saat, menyebabkan cedera ligamen lutut robek parah.

Beruntung, tulang paha Zarco tidak mengalami patah. Ia kini menjalani observasi dan pemulihan intensif, seperti diungkapkan melalui Instagram pribadinya.

>>> Hyundai Ungkap Visi Ekosistem Hidrogen di Eropa untuk 2026

Desakan Perubahan dari Para Pembalap

Wacana perubahan tata letak sirkuit sebenarnya sudah disampaikan Jack Miller sebelumnya. Ia menyarankan memindahkan garis start lebih dekat ke Tikungan 1 untuk mengurangi kecepatan motor sebelum pengereman.

Namun, usulan tersebut belum pernah ditindaklanjuti hingga insiden Zarco terjadi. Kini, suara pembalap untuk perubahan semakin kencang.

Fabio Di Giannantonio, pemenang GP Catalunya 2026, menjadi salah satu yang paling lantang. Ia menilai perubahan tata letak adalah kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi otoritas MotoGP dan pengelola sirkuit. Banyak pihak berharap Tikungan 1 sudah direnovasi pada musim depan.

>>> Aksi Mahalini Lari Tanpa Alas Kaki Demi Kejar Jadwal Manggung Jadi Sorotan

Selain tata letak, koordinasi antar pembalap saat restart juga menjadi evaluasi penting. Hal ini demi menjaga sportivitas tanpa mengabaikan aspek keamanan fundamental.