Berbagai langkah di atas diharapkan mampu meredam volatilitas rupiah yang saat ini sangat tinggi. Selain itu, pembatasan pembelian valas tunai diharapkan dapat menekan aksi spekulasi yang merugikan pasar.

Kerja Sama Internasional dan Sinergi Domestik

Salah satu strategi jangka panjang BI adalah memperluas kerja sama penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

Saat ini, Indonesia telah menjalin kemitraan tersebut dengan sejumlah negara strategis di kawasan dan dunia.

Negara mitra yang telah bekerja sama dengan Indonesia dalam skema LCT meliputi China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Uni Emirat Arab.

Skema ini dipercaya efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar dari guncangan dolar AS.

Ramdan menambahkan bahwa menjaga kekuatan rupiah tidak bisa dilakukan oleh BI sendirian.

Diperlukan koordinasi yang kuat dengan Pemerintah, OJK, sektor perbankan, hingga dunia usaha agar mekanisme pasar tetap sehat.

>>> Apakah Kopi Saset Aman untuk Lambung? Simak Fakta, Risiko, dan Tips Sehat Terbaru 2026

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional dalam menghadapi ketidakpastian pasar global. Dengan demikian, ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga meskipun tekanan terhadap rupiah masih berlangsung.