Polda Metro Telusuri Aset Bos Hanania Travel untuk Ganti Kerugian Korban Umrah

Polda Metro Jaya mulai menelusuri aset milik Direktur Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), dalam penyidikan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang menyebabkan puluhan calon jemaah gagal berangkat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penggunaan dana para jemaah sekaligus membuka peluang pengembalian kerugian kepada korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan proses hukum yang berjalan tidak hanya berfokus pada pertanggungjawaban pidana tersangka. Kepolisian juga berupaya mencari jalan agar kerugian yang dialami para korban dapat dipulihkan.

Menurut Iman, pelacakan aset dan aliran dana menjadi bagian penting dalam penanganan perkara ini. Penyidik akan menelusuri kemungkinan dana yang berasal dari para jemaah telah dialihkan ke pihak lain maupun digunakan untuk berbagai kebutuhan di luar penyelenggaraan ibadah umrah.

"Terkait aliran dana, tentunya kami dalam hal penegakan hukum tidak semata-mata hanya menjalankan atau memenjarakan seseorang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tapi bagaimana memulihkan atau mengembalikan kerugian yang dialami oleh para korban," ujar Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

>>> Suzuki Carry Pick Up atau Daihatsu Gran Max Pick Up, Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Usaha?

Ia menegaskan penyidik akan memaksimalkan upaya penelusuran aset yang masih dapat ditemukan. Aset tersebut nantinya diharapkan bisa dimanfaatkan dalam proses pengembalian kerugian kepada para korban.

"Oleh karena itu, kami semaksimal mungkin akan berupaya untuk tracing aset atau aliran dana dari tersangka ke pihak-pihak lain atau digunakan untuk kepentingan-kepentingan lain, sehingga itu bisa digunakan untuk melakukan pemulihan kerugian bagi para korban," katanya.