Juara bertahan Prancis tersingkir di fase grup tanpa mencetak satu gol pun. Sementara itu, debutan Senegal berhasil menembus babak perempat final.

Kejutan terbesar datang dari tuan rumah Korea Selatan. Mereka menjadi tim Asia pertama yang mencapai semifinal.

Kontroversi Wasit

Turnamen ini tidak lepas dari kritik tajam. Kepemimpinan wasit menjadi topik panas yang terus diperbincangkan.

Pertandingan Korea Selatan melawan Italia dipimpin wasit Byron Moreno asal Ekuador. Keputusannya dinilai merugikan Italia.

Pada perempat final melawan Spanyol, wasit Gamal Al-Ghandour asal Mesir menganulir gol yang dianggap sah. Banyak pihak menuduh adanya pengaturan untuk menguntungkan tuan rumah.

Namun, hasil pertandingan tetap sah sesuai aturan FIFA.

Warisan dan Momen Ikonik

Terlepas dari kontroversi, Piala Dunia 2002 meninggalkan kenangan indah. Gaya rambut unik Ronaldo Nazario menjadi tren global.

Turnamen ini menandai kebangkitan sepak bola di Asia. Antusiasme suporter dari Seoul hingga Tokyo memberikan standar baru bagi penyelenggaraan Piala Dunia berikutnya.

>>> Liverpool Disarankan Rekrut Jarrod Bowen, Opsi Mengejutkan Pengganti Mo Salah 2026

Hingga kini, edisi 2002 dikenang sebagai turnamen penuh drama dan momen emosional. Ia menjadi sejarah besar bagi perkembangan sepak bola modern.